3 Alasan Israel Kalah dalam Perang Gaza, Salah Satunya Terjebak dengan Tipu Daya Hamas
Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Israel Tembaki Warga Gaza, Hamas Tuding Zionis Langgar Gencatan Senjata
Menurut surat kabar tersebut, syarat-syarat dasar yang ditetapkan oleh perdana menteri Israel untuk mengakhiri perang di Gaza memastikan apa yang digambarkannya sebagai "penyerahan penuh kepada Hamas."
"Jika syarat-syarat ini penting, mengapa Netanyahu mengabaikannya?" tanya surat kabar itu, seraya menambahkan, "Publik berhak mendapatkan jawaban yang jujur atas pertanyaan-pertanyaan kunci yang tersisa."
Surat kabar berbahasa Ibrani itu juga mengutip sumber intelijen Israel yang mengatakan, "Perjanjian ini dianggap berhasil, tetapi konsesinya sangat mendalam."
Gencatan senjata, yang terjadi pada hari Jumat, menyusul negosiasi intensif selama berhari-hari di Mesir sebagai bagian dari kesepahaman yang lebih luas yang mencakup pertukaran tawanan/tawanan dan pengaturan untuk membuka kembali penyeberangan perbatasan dan memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
2. Menyerahkan Gaza kepada Hamas
Sementara itu, surat kabar Israel mengungkapkan detail tentang perjanjian damai Gaza yang ditengahi oleh Mesir dan AS pada 29 September, dengan mengatakan bahwa Netanyahu menetapkan syarat-syarat utama tetapi membuat "konsesi besar" dan menyembunyikan kebenaran dari publik.Menurut surat kabar tersebut, syarat-syarat dasar yang ditetapkan oleh perdana menteri Israel untuk mengakhiri perang di Gaza memastikan apa yang digambarkannya sebagai "penyerahan penuh kepada Hamas."
3. Hamas Tetap Memiliki Senjata
Namun, Yedioth Ahronoth melaporkan, "Hamas tidak dilucuti senjatanya, Gaza tidak didemiliterisasi, dan wilayahnya tidak dibersihkan," berdasarkan dokumen yang telah ditinjau."Jika syarat-syarat ini penting, mengapa Netanyahu mengabaikannya?" tanya surat kabar itu, seraya menambahkan, "Publik berhak mendapatkan jawaban yang jujur atas pertanyaan-pertanyaan kunci yang tersisa."
Surat kabar berbahasa Ibrani itu juga mengutip sumber intelijen Israel yang mengatakan, "Perjanjian ini dianggap berhasil, tetapi konsesinya sangat mendalam."
Gencatan senjata, yang terjadi pada hari Jumat, menyusul negosiasi intensif selama berhari-hari di Mesir sebagai bagian dari kesepahaman yang lebih luas yang mencakup pertukaran tawanan/tawanan dan pengaturan untuk membuka kembali penyeberangan perbatasan dan memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Lihat Juga :