Tak Ingin Tunduk kepada Israel, Jihad Islam Tolak Serahkan Senjata

Rabu, 15 Oktober 2025 - 19:25 WIB
loading...
Tak Ingin Tunduk kepada...
Jihad Islam tolak serahkan senjata kepada Israel. Foto/X/@kerenhajioff
A A A
GAZA - Jihad Islam mengatakan gerakan perlawanan Gaza belum setuju untuk meletakkan senjata mereka. Sementara Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyita senjata mereka dengan paksa.

Wakil Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Palestina yang berbasis di Jalur Gaza, Mohammad al-Hindi, menyampaikan pernyataan tersebut kepada jaringan televisi Al Jazeera.

"Faksi-faksi perlawanan tidak setuju untuk pelucutan senjata, dan kami tidak menerima ancaman pelucutan senjata mereka dengan paksa," katanya.

Namun, pada hari Selasa, Trump juga mengatakan dalam pidatonya di Gedung Putih bahwa para pejuang perlawanan Gaza "akan melucuti senjata." "Dan jika mereka tidak melucuti senjata, kami akan melucuti senjata mereka — dan itu akan terjadi dengan cepat dan, mungkin, dengan kekerasan, tetapi mereka AKAN melucuti senjata," tambahnya.

Hindi mengklarifikasi bahwa tidak ada klausul rahasia dalam kesepakatan yang dicapai pada 9 Oktober selama perundingan tidak langsung dengan rezim Israel berdasarkan proposal Trump, menambahkan bahwa klaim yang disebarkan oleh pendudukan Israel hanyalah "rumor belaka tanpa dasar fakta."

Sebagai bagian dari perjanjian yang disepakati di Mesir, Hamas hanya setuju untuk membebaskan tawanan Israel yang masih berada di Jalur Gaza dan menyerahkan kekuasaan wilayah pesisir itu kepada badan Palestina.

Hamas mengumumkan tercapainya kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri perang genosida rezim Israel yang didukung AS di Jalur Gaza berdasarkan proposal yang diajukan oleh Donald Trump.

Trump, yang telah merancang proposal 20 poin tersebut, mengatakan bahwa proposal tersebut bertujuan untuk mengakhiri perang genosida rezim yang telah berlangsung lebih dari dua tahun di wilayah pesisir tersebut.

Hamas telah menyerahkan 20 tawanan yang masih hidup dan dilaporkan juga telah menyerahkan jenazah empat orang yang telah meninggal kepada Komite Palang Merah Internasional.

Baca Juga: Israel Tembaki Warga Gaza, Hamas Tuding Zionis Langgar Gencatan Senjata

Namun demikian, telah terjadi beberapa pelanggaran mematikan oleh rezim, yang menyebabkan kematian dan cedera setidaknya 10 warga Palestina pada hari Selasa saja.

Militer Israel membunuh setidaknya enam warga Palestina lagi di seluruh Gaza meskipun Tel Aviv baru-baru ini menyetujui implementasi fase pertama rencana gencatan senjata.

Menurut Hindi, upaya pendudukan untuk menghalangi implementasi perjanjian tersebut sudah diperkirakan.

Namun, ia menekankan bahwa faksi-faksi perlawanan memantau secara ketat implementasi perjanjian tersebut untuk memastikan hak-hak rakyat Palestina ditegakkan.

Israel melancarkan genosida pada Oktober 2023 setelah operasi perlawanan bersejarah yang mengakibatkan terjeratnya ratusan Zionis.

Sepanjang perjalanannya, serangan tersebut telah merenggut nyawa setidaknya 67.913 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Enam Pesan Prabowo ke...
Enam Pesan Prabowo ke Polri: Jaga Kepercayaan hingga Tegakkan Hukum dengan Adil
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
ARTJOG 2026 Hadir Lagi!...
ARTJOG 2026 Hadir Lagi! Beli Tiket di BRImo, Langsung Diskon 15 Persen
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved