Perang 2 Tahun Berakhir, Kini Gaza Dipenuhi Bom Israel yang Belum Meledak
Rabu, 15 Oktober 2025 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Ia memperingatkan bahwa risiko tersebut diperparah oleh sifat lingkungan yang “sangat kompleks”, karena terbatasnya ruang di daerah perkotaan yang padat penduduk.
Pada bulan Januari, Badan Aksi Ranjau PBB (UNMAS) memperkirakan bahwa "5 hingga 10 persen" amunisi yang ditembakkan ke Gaza tidak meledak.
Sejak itu, pertempuran terus berlanjut, dengan tentara Israel yang secara khusus melancarkan operasi skala besar pada pertengahan September di Kota Gaza.
Gencatan senjata, yang ketiga sejak dimulainya perang, mulai berlaku pada hari Jumat di Jalur Gaza.
Saat dihubungi AFP, UNMAS mengatakan bahwa karena pembatasan yang diberlakukan selama dua tahun terakhir, timnya "tidak dapat melakukan operasi survei skala besar di Gaza", dan oleh karena itu badan tersebut tidak memiliki "gambaran komprehensif tentang ancaman (bahan peledak) di Jalur Gaza."
Nicholas Orr, mantan penjinak ranjau militer Inggris yang bekerja di Gaza untuk Handicap International, mengatakan kepada AFP pada bulan Maret bahwa ia tidak dapat memperoleh izin untuk melakukan penjinakan bom di Gaza, karena pengawasan udara Israel dapat salah mengiranya sebagai militan yang mencoba mengubah bahan peledak yang tidak meledak menjadi senjata.
Pada bulan Januari, Badan Aksi Ranjau PBB (UNMAS) memperkirakan bahwa "5 hingga 10 persen" amunisi yang ditembakkan ke Gaza tidak meledak.
Sejak itu, pertempuran terus berlanjut, dengan tentara Israel yang secara khusus melancarkan operasi skala besar pada pertengahan September di Kota Gaza.
Gencatan senjata, yang ketiga sejak dimulainya perang, mulai berlaku pada hari Jumat di Jalur Gaza.
Saat dihubungi AFP, UNMAS mengatakan bahwa karena pembatasan yang diberlakukan selama dua tahun terakhir, timnya "tidak dapat melakukan operasi survei skala besar di Gaza", dan oleh karena itu badan tersebut tidak memiliki "gambaran komprehensif tentang ancaman (bahan peledak) di Jalur Gaza."
Nicholas Orr, mantan penjinak ranjau militer Inggris yang bekerja di Gaza untuk Handicap International, mengatakan kepada AFP pada bulan Maret bahwa ia tidak dapat memperoleh izin untuk melakukan penjinakan bom di Gaza, karena pengawasan udara Israel dapat salah mengiranya sebagai militan yang mencoba mengubah bahan peledak yang tidak meledak menjadi senjata.
Lihat Juga :