Amankan Gencatan Senjata Gaza, Witkoff dan Kushner Bertemu Para Pemimpin Hamas di Mesir

Selasa, 14 Oktober 2025 - 17:42 WIB
loading...
Amankan Gencatan Senjata...
Utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff (tengah) dan Jared Kushner (kiri). Foto/anadolu
A A A
KAIRO - Pertemuan langsung antara utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff dan Jared Kushner dengan para pemimpin senior Hamas di Sharm el-Sheikh pada Rabu lalu sangat penting dalam mengamankan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza. Kabar itu diungkap Channel 12 Israel pada Selasa (14/10/2025).

Pertemuan tersebut dilaporkan membahas salah satu hambatan utama kesepakatan: ketakutan Hamas bahwa Israel akan melanjutkan operasi militer setelah pembebasan tahanan.

Sumber-sumber mengatakan kepada Channel 12 bahwa Witkoff dan Kushner secara pribadi meyakinkan delegasi Hamas bahwa Presiden AS Donald Trump tidak akan mengizinkan kembalinya permusuhan, asalkan kelompok tersebut menepati komitmennya berdasarkan perjanjian.

Menurut berbagai sumber, Trump secara pribadi telah memberi wewenang kepada Witkoff dan Kushner dalam pertemuan di Ruang Oval sehari sebelumnya untuk bertemu dengan para pemimpin Hamas jika diperlukan untuk menyelesaikan kesepakatan.

Setibanya di Sharm el-Sheikh, Witkoff memberi tahu para mediator Qatar, Mesir, dan Turki bahwa ia telah menerima persetujuan Trump untuk mengambil langkah ini.

Rabu larut malam, mediator Qatar memberi tahu delegasi Amerika—yang saat itu bermarkas di Vila Witkoff di Hotel Four Seasons—bahwa perundingan telah menemui jalan buntu.

Mereka bertanya apakah utusan AS siap bertemu langsung dengan perwakilan Hamas. "Kami yakin jika Anda bertemu dan berjabat tangan dengan mereka, akan ada kesepakatan," ujar seorang pejabat senior Qatar kepada Witkoff.

Beberapa menit kemudian, Witkoff dan Kushner memasuki vila lain di resor Laut Merah, tempat mereka bertemu dengan kepala intelijen Mesir dan Turki, pejabat senior Qatar, dan empat pemimpin senior Hamas yang terlibat dalam negosiasi.

Delegasi Hamas dipimpin oleh Khalil al-Hayya, yang selamat dari upaya pembunuhan Israel di Doha tiga pekan sebelumnya.

Dalam pertemuan berdurasi 45 menit tersebut, Witkoff memberi tahu para pejabat Hamas bahwa para sandera telah menjadi "beban, alih-alih aset" bagi gerakan tersebut dan mendesak mereka melanjutkan tahap pertama perjanjian guna memungkinkan pembebasan tahanan dari kedua belah pihak.

Menurut salah satu sumber, al-Hayya bertanya apakah Witkoff dan Kushner menyampaikan pesan dari Trump.

Witkoff dilaporkan menjawab, "Pesan Presiden Trump adalah bahwa Anda akan diperlakukan secara adil. Beliau mendukung seluruh 20 poin rencana perdamaiannya dan akan memastikan implementasinya."

Setelah pertemuan tersebut, perwakilan Hamas bertemu secara terpisah dengan mediator Mesir, Qatar, dan Turki.

Beberapa menit kemudian, kepala intelijen Mesir Hassan Rashad kembali bersama rekan-rekannya dari Turki dan Qatar dan memberi tahu para utusan AS, "Berdasarkan pertemuan yang baru saja kita lakukan, kita telah mencapai kesepakatan."

Pertemuan di Sharm el-Sheikh menandai kontak langsung penting kedua antara pemerintahan Trump dan Hamas.

Pada bulan Maret, utusan Trump untuk urusan tahanan, Adam Boehler, mengadakan pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan para pejabat Hamas di Doha dalam upaya mengamankan pembebasan sandera Amerika Aidan Alexander dan pemulangan jenazah empat warga Amerika lainnya yang ditawan kelompok tersebut.

Baca juga: Teks Lengkap Pernyataan Bersama Mesir-Qatar-Turki-AS tentang Perdamaian Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved