Serangan Ukraina ke Sektor Energi Rusia Ternyata Dipandu AS

Selasa, 14 Oktober 2025 - 08:25 WIB
loading...
Serangan Ukraina ke...
Serangan Ukraina ke sektor energi Rusia ternyata dipandu AS. Foto/X/@ZelenskyyUa
A A A
MOSKOW - AS telah membantu Kiev dalam melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap fasilitas energi di Rusia selama beberapa bulan terakhir. Itu terungkap dalam laporan Financial Times mengutip pejabat Amerika dan Ukraina yang tidak disebutkan namanya.

Para pejabat AS sebelumnya tidak merahasiakan pembagian data mereka dengan Kiev, tetapi tidak pernah mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam menargetkan aset energi Rusia.

Ketika ditanya pada awal Oktober tentang kemungkinan peran Washington dalam serangan Kiev yang jauh ke wilayah Rusia, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa "jelas" bagi Moskow bahwa "seluruh infrastruktur NATO dan AS digunakan untuk mengumpulkan dan meneruskan intelijen ke pihak Ukraina."

FT mengatakan dalam sebuah artikel pada hari Minggu bahwa Washington mulai membagikan data ini setelah panggilan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Vladimir Zelensky dari Ukraina pada pertengahan Juli.

Dalam percakapan tersebut, Trump dilaporkan bertanya kepada lawan bicaranya apakah Kiev dapat menyerang Moskow dengan senjata jarak jauh yang dipasok Amerika. Gedung Putih kemudian mengklaim bahwa Trump "hanya mengajukan pertanyaan, tidak mendorong pembunuhan lebih lanjut."

BacaJuga: Media Zionis Sebut PM Israel Netanyahu Menyerah kepada Hamas

Menurut sumber tersebut, intelijen AS digunakan oleh Ukraina untuk merencanakan rute dan ketinggian penerbangan pesawat nirawaknya serta memilih waktu terbaik untuk serangan.

Para pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut mengklaim bahwa Amerika juga telah menetapkan prioritas target untuk Kiev. Namun, salah satu sumber mengklaim bahwa Ukraina sendiri yang memilih lokasi tersebut dan kemudian diberikan data oleh AS.

Washington memandang serangan Ukraina terhadap fasilitas energi tersebut sebagai "instrumen" untuk merugikan ekonomi Rusia dan mendorongnya menuju penyelesaian konflik secara diplomatik, salah satu pejabat tersebut mengatakan kepada FT.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada awal September bahwa Moskow telah menoleransi serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil di dalam Rusia "terlalu lama" dan tidak akan melakukannya lagi.

Meningkatnya serangan rudal dan pesawat nirawak Rusia di Ukraina dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan pemadaman listrik skala besar di ibu kota Kiev dan kota-kota lainnya.

Awal pekan ini, Putin menekankan bahwa terdapat kesepahaman di Moskow dan Washington tentang arah yang harus diambil untuk mencapai penyelesaian damai konflik Ukraina.

Namun, ia mencatat bahwa beberapa "masalah rumit" masih perlu diselesaikan untuk mencapai tujuan tersebut.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Hubungan yang Unik,...
Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Rekomendasi
KPK Tak Bisa Ambil Alih...
KPK Tak Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah seperti Pungut Barang di Jalan
Usai Diduga Singgung...
Usai Diduga Singgung Syifa Hadju, Anjasmara Minta Maaf: Bukan Orang yang Kalian Kira
Gara-gara Konten Satir...
Gara-gara Konten Satir Jampidsus, Mega Salsabillah Didatangi Polisi Jam 3 Pagi
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved