4 Kelemahan Insiatif Perdamaian Trump di Gaza, Salah Satunya Masih Banyak Misteri

Selasa, 14 Oktober 2025 - 04:40 WIB
loading...
4 Kelemahan Insiatif...
Inisiatif Donald Trump di Gaza masih memiliki banyak misteri. Foto/X
A A A
GAZA - Inisiatif perdamaian Presiden Trump, yang ditandatangani di Mesir , hanya mencapai kesepakatan untuk pertukaran tawanan dan tahanan. Tetapi tidak memiliki garis besar yang luas dan jelas untuk perdamaian abadi di Timur Tengah.

4 Kelemahan Insiatif Perdamaian Trump di Gaza, Salah Satunya Masih Banyak Misteri

1. Hanya Gencatan Senjata

Mohamad Elmasry, seorang profesor di Institut Studi Pascasarjana Doha, mengatakan meskipun Trump telah membingkai gencatan senjata "sebagai semacam perjanjian perdamaian yang luas", kesepakatan itu tidak lebih dari sekadar mengakhiri perang dua tahun.

"Ini adalah gencatan senjata. Kami tidak memiliki garis besar untuk perdamaian yang luas. Kami tidak memiliki diskusi tentang pendudukan Tepi Barat. Tidak ada diskusi tentang blokade Israel di Gaza atau akar struktural apa pun dari konflik ini," kata Elmasry kepada Al Jazeera.

2. Bagaimana Israel Menarik Diri dari Gaza

Elmasry menambahkan bahwa ada "masalah serius" dalam rencana 20 poin tersebut, menunjukkan bahwa tidak jelas bagaimana Israel akan menarik diri dari Gaza.

Elmasry juga mengkritik liputan media arus utama Barat tentang pertukaran tawanan Israel dan tahanan Palestina yang sedang berlangsung, dengan mengatakan bahwa "fokusnya hampir eksklusif" pada warga Israel dan keluarga mereka.

"Tidak ada penekanan sama sekali pada warga Palestina yang juga dibebaskan. Ada pengucilan umum terhadap warga Palestina yang kami temukan – semacam dehumanisasi dan kurangnya penekanan pada kemanusiaan Palestina."

Baca Juga: Perang Saudara Masih Berkecamuk di Gaza , Konflik Hamas Vs Klan Dughmush Tewaskan 27 Orang

3. Tidak Akan Tahu Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

"Upacara di Gaza dan Israel yang menandai pertukaran tersebut merupakan peristiwa penting bagi ribuan orang, terutama anggota keluarga," ujar ilmuwan politik dan mantan penasihat PLO, Xavier Abu Eid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Prancis Juara Grup I,...
Prancis Juara Grup I, Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved