Para Tahanan Palestina Dipindahkan ke 2 Penjara Israel Jelang Pembebasan
Minggu, 12 Oktober 2025 - 13:30 WIB
loading...
Orang-orang berunjuk rasa di pusat kota Barcelona dalam solidaritas dengan Gaza, menyerukan diakhirinya perdagangan senjata dan semua hubungan dengan Israel pada 4 Oktober 2025. Foto/Lorena Sopena/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Otoritas Israel mulai memindahkan para tahanan Palestina ke dua fasilitas penahanan menjelang pembebasan mereka yang direncanakan berdasarkan perjanjian gencatan senjata Gaza.
Siaran pers publik Israel, KAN, mengatakan para tahanan yang akan dibebaskan ke Jalur Gaza atau dideportasi melalui perbatasan Rafah telah dipindahkan ke Penjara Ketziot di wilayah gurun di Israel selatan.
“Mereka yang diperkirakan akan dibebaskan dari Tepi Barat yang diduduki telah dibawa ke Penjara Ofer, sebelah barat Ramallah,” ungkap laporan itu.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, 2.000 tahanan Palestina — termasuk 250 yang menjalani hukuman seumur hidup dan 1.700 yang ditahan di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023 — akan dibebaskan dengan imbalan 48 sandera Israel.
Kementerian Kehakiman Israel pada hari Jumat menerbitkan nama-nama 250 tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup.
Kantor Media Tahanan Palestina, yang berafiliasi dengan Hamas, membantah telah mencapai konsensus mengenai daftar tahanan yang termasuk dalam pertukaran tersebut.
Fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku Jumat siang waktu setempat (09.00GMT).
Pasukan Israel menyelesaikan penarikan pasukan secara bertahap ke garis kuning sore itu, yang memicu waktu 72 jam untuk proses pertukaran.
Fase kedua dari rencana tersebut dilaporkan mencakup pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa Hamas, pembentukan pasukan keamanan gabungan yang terdiri dari warga Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab dan Islam, serta pelucutan senjata Hamas.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 67.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan membuat wilayah kantong itu tidak dapat dihuni.
Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah antara Pakistan dan Afghanistan
Siaran pers publik Israel, KAN, mengatakan para tahanan yang akan dibebaskan ke Jalur Gaza atau dideportasi melalui perbatasan Rafah telah dipindahkan ke Penjara Ketziot di wilayah gurun di Israel selatan.
“Mereka yang diperkirakan akan dibebaskan dari Tepi Barat yang diduduki telah dibawa ke Penjara Ofer, sebelah barat Ramallah,” ungkap laporan itu.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, 2.000 tahanan Palestina — termasuk 250 yang menjalani hukuman seumur hidup dan 1.700 yang ditahan di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023 — akan dibebaskan dengan imbalan 48 sandera Israel.
Kementerian Kehakiman Israel pada hari Jumat menerbitkan nama-nama 250 tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup.
Kantor Media Tahanan Palestina, yang berafiliasi dengan Hamas, membantah telah mencapai konsensus mengenai daftar tahanan yang termasuk dalam pertukaran tersebut.
Fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku Jumat siang waktu setempat (09.00GMT).
Pasukan Israel menyelesaikan penarikan pasukan secara bertahap ke garis kuning sore itu, yang memicu waktu 72 jam untuk proses pertukaran.
Fase kedua dari rencana tersebut dilaporkan mencakup pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa Hamas, pembentukan pasukan keamanan gabungan yang terdiri dari warga Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab dan Islam, serta pelucutan senjata Hamas.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 67.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan membuat wilayah kantong itu tidak dapat dihuni.
Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah antara Pakistan dan Afghanistan
(sya)
Lihat Juga :