Lebih dari 500.000 Orang Kembali ke Kota Gaza setelah Gencatan Senjata

Minggu, 12 Oktober 2025 - 09:36 WIB
loading...
A A A
Sekitar 700.000 orang mengungsi dari Kota Gaza dan wilayah utara akibat pemboman dan serangan gencar Israel di wilayah tersebut beberapa pekan sebelum gencatan senjata diberlakukan.

Sementara itu, Wali Kota Khan Younis di wilayah selatan melaporkan 85% wilayah tersebut telah rata dengan tanah akibat serangan Israel.

Ia menambahkan sekitar 400.000 ton puing harus disingkirkan sebelum pekerjaan rekonstruksi dapat dimulai.

Perjanjian gencatan senjata yang disepakati oleh Hamas dan Israel menetapkan peningkatan pengiriman bantuan ke Jalur Gaza, serta pembukaan penyeberangan Rafah dengan Mesir, meskipun masih ada pertanyaan seputar bagaimana bantuan akan didistribusikan dan lembaga mana yang akan diizinkan untuk melakukannya.

PBB mengatakan sekitar 170.000 metrik ton makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan disimpan di gudang-gudang di luar Gaza dan para pekerja bantuan "siap dan bersemangat untuk bertindak".

Sebagai bagian dari tahap pertama rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump, penyeberangan Gaza akan dibuka kembali sepenuhnya pada hari Senin, memungkinkan masuknya 400 truk bantuan setiap hari, yang diperkirakan akan meningkat menjadi 600 dalam beberapa hari ke depan.

Juru bicara PBB Stephane Dujjaric mengatakan negosiasi sedang berlangsung dengan Israel untuk menentukan jumlah bantuan dan frekuensi pengiriman, serta pembukaan lebih banyak penyeberangan.

"Yang berubah drastis dari kemarin hingga hari ini adalah fakta bahwa senjata tampaknya telah dibungkam," ujar Dujjaric. "Lebih aman bagi rakyat kami untuk beroperasi."

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan mereka memiliki cukup pasokan di gudang untuk mengisi 6.000 truk dan tim mereka siap memulai distribusi bantuan penyelamat di Jalur Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
Spanyol Selidiki Kepala...
Spanyol Selidiki Kepala Staf Militer Israel terkait Penangkapan Aktivis Global Flotilla
Rekomendasi
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
Berita Terkini
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved