Lebih dari 500.000 Orang Kembali ke Kota Gaza setelah Gencatan Senjata

Minggu, 12 Oktober 2025 - 09:36 WIB
loading...
Lebih dari 500.000 Orang...
Warga kembali ke Kota Gaza yang hancur akibat serangan Israel. Foto/anadolu
A A A
GAZA - Lebih dari 500.000 orang telah kembali ke Kota Gaza setelah gencatan senjata diumumkan di wilayah kantong tersebut. Data itu diungkap badan pertahanan sipil pada hari Sabtu (11/10/2025).

Mahmud Bassal, juru bicara pertahanan sipil, mengatakan telah terjadi pergerakan massa setelah serangan Israel yang tampaknya berakhir pada hari Jumat.

"Lebih dari setengah juta orang telah kembali ke Kota Gaza sejak kemarin," ujarnya, menurut AFP.

Seiring meredanya suasana di tengah harapan bahwa putaran konflik saat ini telah berakhir, warga Palestina mulai mengevaluasi perang yang telah berlangsung selama dua tahun.

Lebih dari 67.000 orang telah tewas akibat pemboman Israel, yang juga telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.

Badan pertahanan sipil mengatakan pada hari Sabtu bahwa 9.500 orang masih hilang di bawah reruntuhan di Gaza.

Tim mereka telah memulai operasi penyelamatan, dan sejauh ini telah mengevakuasi sekitar 155 jenazah.

Ditambahkan bahwa mereka telah menerima 75 panggilan darurat sejak fajar hari ini, dan meminta Palang Merah untuk berkoordinasi dengan Israel guna menemukan orang-orang hilang karena mereka kekurangan sumber daya dan peralatan untuk mengevakuasi semua jenazah dari reruntuhan.

Orang-orang yang kembali ke Kota Gaza telah mendirikan tenda-tenda darurat di atas reruntuhan, tetapi tidak memiliki tempat berlindung yang memadai karena bantuan baru akan tiba di Jalur Gaza pada hari Minggu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved