Tak Ingin Direbut AS dan Rusia, Denmark Perkuat Pertahanan Arktik dan Greenland
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 17:35 WIB
loading...
Denmark perkuat militernya menghadapi ancaman AS dan Rusia. Foto/X/@DefenseMirror
A
A
A
GREENLAND - Denmark mengumumkan anggaran pertahanan tambahan sebesar USD4,2 miliar (£3,2 miliar) untuk meningkatkan keamanan di wilayah Arktik dan Atlantik Utara, termasuk Greenland. Itu menjadi bentuk antisipasi pertahanan yang dinilai efektif.
Denmark juga akan menghabiskan USD4,5 miliar untuk membeli 16 jet tempur F-35 tambahan dari AS, sehingga total armada pesawat canggihnya menjadi 43.
"Dengan... perjanjian ini, kami secara signifikan memperkuat kemampuan Angkatan Bersenjata Denmark di kawasan ini," kata Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, dilansir BBC.
Arktik berada di persimpangan penting antara Amerika Utara, Rusia, dan seluruh Eropa. Pernyataan Kementerian Pertahanan Denmark menyatakan bahwa tujuan militernya adalah keamanan, dan jika perlu, pertahanan dalam aliansi keamanan NATO.
"Tugas Angkatan Bersenjata adalah untuk memastikan keamanan di seluruh Kerajaan - dan, jika perlu, untuk mempertahankan Greenland, Kepulauan Faroe, dan Denmark dalam kerangka NATO di semua domain," ujar Kepala Pertahanan, Michael Hyldgaard, kepada penyiar publik Denmark, DR, tanpa menyebutkan siapa calon musuhnya.
Peta yang menggambarkan lokasi ibu kota Greenland, Nuuk, Washington, dan Denmark
Baca Juga: Korea Utara Pamerkan Rudal Terkuat di Parade Militer
Denmark mengerjakan paket pertahanan baru ini bersama pemerintah Greenland dan Kepulauan Faroe.
Denmark akan membeli dua kapal Arktik baru, pesawat patroli maritim, drone, dan radar peringatan dini.
Yang terpenting, markas komando Arktik baru akan didirikan di ibu kota Greenland, Nuuk, bersama dengan unit militer baru di bawah Komando Arktik Gabungan di Greenland.
Selain itu, kabel bawah laut yang menghubungkan Greenland dan Denmark akan didanai.
Greenland khususnya terletak strategis di antara Amerika Utara dan Rusia. Meskipun pulau ini memiliki otonomi yang luas, pulau ini tetap menjadi bagian dari kerajaan Denmark.
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan minat terhadap sumber daya alam pulau yang luas ini, termasuk pertambangan mineral tanah jarang, uranium, dan besi.
Greenland terletak di rute terpendek dari Amerika Utara ke Eropa, menjadikannya penting secara strategis bagi AS. Pulau ini telah menjadi lokasi pangkalan radar AS sejak Perang Dingin dan juga menjadi lokasi fasilitas luar angkasa Amerika yang besar.
Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa pulau itu krusial bagi upaya militer untuk melacak kapal-kapal Tiongkok dan Rusia, yang menurutnya "berada di mana-mana".
Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengakuisisi Greenland, dengan mengatakan bahwa pulau itu "kritis" bagi keamanan nasional dan ekonomi.
Perdana Menteri Greenland mengatakan bahwa wilayah itu tidak untuk dijual, dan menambahkan bahwa "Greenland adalah milik rakyat Greenland".
Denmark juga akan menghabiskan USD4,5 miliar untuk membeli 16 jet tempur F-35 tambahan dari AS, sehingga total armada pesawat canggihnya menjadi 43.
"Dengan... perjanjian ini, kami secara signifikan memperkuat kemampuan Angkatan Bersenjata Denmark di kawasan ini," kata Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, dilansir BBC.
Arktik berada di persimpangan penting antara Amerika Utara, Rusia, dan seluruh Eropa. Pernyataan Kementerian Pertahanan Denmark menyatakan bahwa tujuan militernya adalah keamanan, dan jika perlu, pertahanan dalam aliansi keamanan NATO.
"Tugas Angkatan Bersenjata adalah untuk memastikan keamanan di seluruh Kerajaan - dan, jika perlu, untuk mempertahankan Greenland, Kepulauan Faroe, dan Denmark dalam kerangka NATO di semua domain," ujar Kepala Pertahanan, Michael Hyldgaard, kepada penyiar publik Denmark, DR, tanpa menyebutkan siapa calon musuhnya.
Peta yang menggambarkan lokasi ibu kota Greenland, Nuuk, Washington, dan Denmark
Baca Juga: Korea Utara Pamerkan Rudal Terkuat di Parade Militer
Denmark mengerjakan paket pertahanan baru ini bersama pemerintah Greenland dan Kepulauan Faroe.
Denmark akan membeli dua kapal Arktik baru, pesawat patroli maritim, drone, dan radar peringatan dini.
Yang terpenting, markas komando Arktik baru akan didirikan di ibu kota Greenland, Nuuk, bersama dengan unit militer baru di bawah Komando Arktik Gabungan di Greenland.
Selain itu, kabel bawah laut yang menghubungkan Greenland dan Denmark akan didanai.
Greenland khususnya terletak strategis di antara Amerika Utara dan Rusia. Meskipun pulau ini memiliki otonomi yang luas, pulau ini tetap menjadi bagian dari kerajaan Denmark.
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan minat terhadap sumber daya alam pulau yang luas ini, termasuk pertambangan mineral tanah jarang, uranium, dan besi.
Greenland terletak di rute terpendek dari Amerika Utara ke Eropa, menjadikannya penting secara strategis bagi AS. Pulau ini telah menjadi lokasi pangkalan radar AS sejak Perang Dingin dan juga menjadi lokasi fasilitas luar angkasa Amerika yang besar.
Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa pulau itu krusial bagi upaya militer untuk melacak kapal-kapal Tiongkok dan Rusia, yang menurutnya "berada di mana-mana".
Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengakuisisi Greenland, dengan mengatakan bahwa pulau itu "kritis" bagi keamanan nasional dan ekonomi.
Perdana Menteri Greenland mengatakan bahwa wilayah itu tidak untuk dijual, dan menambahkan bahwa "Greenland adalah milik rakyat Greenland".
(ahm)
Lihat Juga :