Kecam Eksekusi Mati Juara Gulat Iran, Pompeo: Itu Keji dan Kejam

Minggu, 13 September 2020 - 20:09 WIB
loading...
Kecam Eksekusi Mati...
Menteri Luar Negeri AS melemparkan kecaman keras atas eksekusi mati Navid Afkari, juara gulat yang dipuji publik Iran sebagai pahlawan nasional, oleh Teheran. Foto/Ist
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) melemparkan kecaman keras atas eksekusi mati Navid Afkari oleh pemerintah Iran. Afkari adalah juara gulat yang dipuji publik Iran sebagai "pahlawan nasional".

Pompeo mengatakan, eksekusi mati yang mengejutkan dunia internasional itu adalah tindakan keji dan kejam dan merupakan serangan serius terhadap HAM. ( Baca juga: Iran Eksekusi Mati Juara Gulat 'Pahlawan Nasional' )

“Eksekusi rezim Iran atas Navid Afkari adalah tindakan yang keji dan kejam. Kami mengutuknya dengan sangat kuat. Itu adalah serangan yang keterlaluan terhadap martabat manusia, bahkan oleh standar tercela rezim ini. Suara rakyat Iran tidak akan dibungkam," ucap Pompeo, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (13/9/2020).

Sebelumnya diwartakan, Afkari ditangkap dalam protes anti-pemerintah pada 2018. Dia dijatuhi dua hukuman mati, enam setengah tahun penjara dan 74 cambukan atas tuduhan pembunuhan seorang penjaga keamanan perusahaan air.

Saudara laki-lakinya, Vahid dan Habib, masing-masing telah dijatuhi hukuman 54 dan 27 tahun penjara. ( Baca juga: China Minta AS Berhenti Ikut Campur Urusan Negaranya )

Minggu lalu, televisi pemerintah Iran menayangkan video di mana Afkari tampaknya mengaku telah membunuh penjaga keamanan, tetapi pegulat dan dua saudara laki-lakinya telah merilis beberapa rekaman audio yang mengatakan bahwa mereka disiksa hingga membuat pengakuan palsu.

Ibu mereka juga mengatakan dalam rekaman video bahwa putranya telah disiksa untuk bersaksi melawan satu sama lain, dan bahwa salah satu dari mereka telah mencoba bunuh diri karena tekanan fisik dan psikologis di penjara.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved