Pertama Sejak Perang, Israel akan Izinkan Warga Palestina Kembali ke Gaza Lewat Penyeberangan Rafah
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 07:12 WIB
loading...
Perbatasan Rafah terlihat dari sisi Mesir. Foto/anadolu
A
A
A
RAFAH - Israel bermaksud mengizinkan warga Palestina yang terdampar di luar Jalur Gaza untuk kembali melalui penyeberangan darat Rafah yang hancur di perbatasan dengan Mesir untuk pertama kalinya sejak 7 Oktober 2023. Langkah ini setelah membangun mekanisme dengan pihak Mesir.
Media Israel melaporkan rencana itu pada hari Jumat (10/10/2025).
"Untuk pertama kalinya sejak 7 Oktober 2023, warga Gaza yang meninggalkan Jalur Gaza dari Mesir akan diizinkan kembali ke Jalur Gaza," ungkap Radio Angkatan Darat Israel.
Namun, radio tersebut juga mencatat, "Pemulangan penduduk Gaza hanya akan dimulai setelah mekanisme telah dibangun dengan pihak Mesir, dan kemudian kriteria, ruang lingkup pekerjaan, dan seluruh prosesnya telah ditentukan."
Stasiun radio tersebut mengklaim hal ini tercantum dalam lampiran kemanusiaan perjanjian gencatan senjata, dan menambahkan Tel Aviv "akan mengizinkan penduduk Gaza meninggalkan Jalur Gaza menuju Mesir melalui penyeberangan Rafah, menggunakan mekanisme yang sama seperti dalam perjanjian Januari 2025, setelah persetujuan Israel dan di bawah pengawasan serta inspeksi misi Uni Eropa" karena "tidak ada pembatasan yang akan diberlakukan untuk meninggalkan Gaza menuju Mesir."
Pada Januari 2025, Israel mengizinkan pasien, korban luka, dan pendamping mereka untuk meninggalkan Jalur Gaza dengan berkoordinasi dengan PBB dan organisasi internasional, sementara beberapa dari mereka dicegah bepergian karena alasan keamanan meskipun kondisi kesehatan mereka parah.
Menurut stasiun radio tersebut, perjanjian tersebut mengizinkan 600 truk bantuan per hari untuk memasuki Jalur Gaza melalui PBB, organisasi internasional terakreditasi, dan sektor swasta.
Truk-truk tersebut diharapkan akan mengirimkan makanan, pasokan medis, bahan bangunan, bahan bakar, dan gas untuk memasak.
Perjanjian tersebut juga menetapkan bahwa konvoi akan diizinkan untuk melakukan perjalanan bebas dari Gaza selatan ke utara menggunakan dua rute utama: Jalan Salah al-Din di timur dan Jalan al-Rashid di barat.
Baca juga: Trump Ungkap Pertukaran Tawanan akan Dilakukan pada Hari Senin
Media Israel melaporkan rencana itu pada hari Jumat (10/10/2025).
"Untuk pertama kalinya sejak 7 Oktober 2023, warga Gaza yang meninggalkan Jalur Gaza dari Mesir akan diizinkan kembali ke Jalur Gaza," ungkap Radio Angkatan Darat Israel.
Namun, radio tersebut juga mencatat, "Pemulangan penduduk Gaza hanya akan dimulai setelah mekanisme telah dibangun dengan pihak Mesir, dan kemudian kriteria, ruang lingkup pekerjaan, dan seluruh prosesnya telah ditentukan."
Stasiun radio tersebut mengklaim hal ini tercantum dalam lampiran kemanusiaan perjanjian gencatan senjata, dan menambahkan Tel Aviv "akan mengizinkan penduduk Gaza meninggalkan Jalur Gaza menuju Mesir melalui penyeberangan Rafah, menggunakan mekanisme yang sama seperti dalam perjanjian Januari 2025, setelah persetujuan Israel dan di bawah pengawasan serta inspeksi misi Uni Eropa" karena "tidak ada pembatasan yang akan diberlakukan untuk meninggalkan Gaza menuju Mesir."
Perjanjian Januari
Pada Januari 2025, Israel mengizinkan pasien, korban luka, dan pendamping mereka untuk meninggalkan Jalur Gaza dengan berkoordinasi dengan PBB dan organisasi internasional, sementara beberapa dari mereka dicegah bepergian karena alasan keamanan meskipun kondisi kesehatan mereka parah.
Menurut stasiun radio tersebut, perjanjian tersebut mengizinkan 600 truk bantuan per hari untuk memasuki Jalur Gaza melalui PBB, organisasi internasional terakreditasi, dan sektor swasta.
Truk-truk tersebut diharapkan akan mengirimkan makanan, pasokan medis, bahan bangunan, bahan bakar, dan gas untuk memasak.
Perjanjian tersebut juga menetapkan bahwa konvoi akan diizinkan untuk melakukan perjalanan bebas dari Gaza selatan ke utara menggunakan dua rute utama: Jalan Salah al-Din di timur dan Jalan al-Rashid di barat.
Baca juga: Trump Ungkap Pertukaran Tawanan akan Dilakukan pada Hari Senin
(sya)
Lihat Juga :