Rakyat Palestina Rayakan Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza, tapi Juga Berduka

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 06:50 WIB
loading...
Rakyat Palestina Rayakan...
Rakyat Palestina di Khan Younis, Jalur Gaza, rayakan gencatan senjata Israel-Hamas. Tapi mereka juga berduka karena kehilangan kerabat akibat dua tahun perang. Foto/Saher Alghorra/The New York Times
A A A
GAZA - Rakyat Palestina di Jalur Gaza merayakan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang mencakup pembebasan sandera Zionis dan tahanan Palestina. Namun banyak dari mereka yang menghadapi duka akibat perang selama dua tahun.

"Pagi ini, ketika kami mendengar berita tentang gencatan senjata, itu membawa sukacita sekaligus duka," ujar Umm Hassan (38), yang kehilangan putranya yang berusia 16 tahun selama perang, kepada BBC, Jumat (10/10/2025).

"Karena gembira, baik yang muda maupun yang tua mulai berteriak," katanya. "Dan mereka yang kehilangan orang terkasih mulai mengenang mereka dan bertanya-tanya bagaimana kami akan pulang tanpa mereka."

Baca Juga: Gencatan Senjata Gaza Akan Dimulai 24 Jam setelah Rapat Kabinet Israel

"Setiap orang yang kehilangan seseorang merasakan duka yang mendalam dan bertanya-tanya bagaimana mereka akan pulang," imbuh dia.

Perjanjian gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump—yang akhirnya juga diterima oleh kabinet keamanan Israel—akan membebaskan 20 sandera hidup dan 28 jenazah sandera Israel sebagai imbalan atas 250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel dan 1.700 tahanan lainnya dari Gaza.

Ini adalah fase pertama dari rencana perdamaian 20 poin yang dapat mengakhiri perang-meskipun fase-fase selanjutnya masih perlu dinegosiasikan.

"Kami, warga sipil, adalah mereka yang telah menderita-benar-benar menderita," ujar Daniel Abu Tabeekh, dari kamp pengungsi Jabalia, kepada BBC.

"Faksi-faksi tidak merasakan penderitaan kami. Para pemimpin yang duduk dengan nyaman di luar negeri tidak merasakan penderitaan yang kami alami di sini, di Gaza."

"Saya tidak punya rumah," katanya. "Saya sudah hidup di jalanan selama satu setengah tahun."

Israel melancarkan perang di Gaza sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, ketika sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil Israel, tewas dan 251 lainnya disandera.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut yang dikelola Hamas. Angka-angka tersebut dianggap kredibel oleh PBB dan badan-badan internasional lainnya.

Lebih dari 90% perumahan di Gaza telah rusak atau hancur, menurut PBB.

"Tuhan menghadiahi kami atas kesabaran kami," kata Umm Nader Kloub dari Gaza utara, yang kehilangan tujuh kerabat selama perang, termasuk putra-putranya.

"Insya Allah, Dia akan membantu [para negosiator] dan mengizinkan kami semua kembali ke rumah kami, dan para sandera mereka kembali dengan selamat," katanya. "Kami tidak menginginkan perang."

Mousa, seorang dokter di Deir al-Balah di pusat Jalur Gaza, mengatakan: "Kami telah kehilangan banyak hal selama dua tahun perang. Jalur Gaza hancur. Masa sulit masih menanti kami, tetapi yang terpenting adalah kami berharap untuk tetap aman."

Dr Muhammad Rayan dari rumah sakit al-Aqsa mengatakan kepada BBC Arabic: "Jauh di lubuk hati, kami merasa bersyukur bahwa perang telah berakhir. Namun ketika kami mengingat rintihan, luka, dan kehilangan yang sangat besar, kami tidak bisa bersukacita."

"Kebahagiaan kami bercampur dengan rasa sakit," katanya.

Ketika berita tentang kemungkinan kesepakatan gencatan senjata tersiar akhir pekan lalu, Husam Zomlot, kepala misi Palestina di Inggris, mengatakan kepada BBC: "Hal terburuk dalam dua tahun terakhir adalah ketika Anda kehilangan orang-orang terkasih, kerabat, teman, tetangga, Anda tidak mampu membiarkan diri berduka, atau merasakan kesedihan yang mendalam dan memproses perasaan kemanusiaan Anda."

"Karena fokus utama Anda adalah mencoba menghentikan apa yang sedang terjadi," paparnya.

Dia menambahkan: "Ketika rakyat dan keluarga kami terbunuh, perasaannya adalah: bagaimana Anda menghentikannya? Bagaimana Anda menguburkan korban tewas dan bagaimana Anda merawat korban luka?"

"Tetapi setelah peristiwa itu, yang saya harap akan segera terjadi, perasaan utamanya adalah duka, dukacita, dan rasa kehilangan yang sangat dalam. Karena apa yang telah kita hilangkan sangatlah besar," lanjut dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved