Pengungsi Palestina Omar Yaghi Menjadi Ilmuwan Muslim yang Meraih Nobel Kimia

Rabu, 08 Oktober 2025 - 20:37 WIB
loading...
A A A
Penelitian Yaghi telah memberikan dampak global yang luar biasa, dengan lebih dari 300 makalah ilmiah yang diterbitkan, dikutip lebih dari 250.000 kali, dan indeks-H 190 — sebuah cerminan pengaruhnya yang luar biasa dalam kimia modern.

Pengungsi Palestina Omar Yaghi Menjadi Ilmuwan Muslim yang Meraih Nobel Kimia

1. Dari Akar Pengungsi hingga Pengakuan Global

Lahir di Amman, Yordania, pada tahun 1965 dari keluarga pengungsi Palestina, Dr. Yaghi tumbuh besar dengan akses terbatas terhadap listrik dan air bersih, tinggal di rumah dengan satu kamar. Terinspirasi oleh ayahnya, ia pindah ke Amerika Serikat pada usia 15 tahun, meskipun kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas.

Ia memulai studinya di Hudson Valley Community College, kemudian meraih gelar sarjana dari University at Albany, dan gelar Ph.D. di bidang Kimia (1990) dari University of Illinois at Urbana–Champaign di bawah bimbingan Dr. Walter G. Klemperer. Ia kemudian melanjutkan penelitian pascadoktoral di Universitas Harvard di bawah bimbingan Dr. Richard H. Holm.

BacaJuga: Trump Tidak Mungkin Raih Hadiah Nobel Perdamaian, tapi Siapa Kandidat Pemenangnya?

2. Dapat Kewarganegaraan Saudi dan Kepemimpinan Riset Global

Pada tahun 2021, Yaghi dianugerahi kewarganegaraan Arab Saudi sebagai pengakuan atas pencapaian ilmiahnya, sebagai bagian dari inisiatif Visi 2030 Arab Saudi untuk menarik talenta global.

Beliau kini memimpin beberapa lembaga ilmiah bergengsi, termasuk Berkeley Global Science Institute, yang bertujuan membangun pusat-pusat penelitian di negara-negara berkembang dan memberdayakan ilmuwan muda; Kavli Energy NanoSciences Institute, yang berfokus pada ilmu dasar konversi energi di tingkat molekuler; dan Bakar Institute of Digital Materials for the Planet, yang didedikasikan untuk menciptakan material berpori yang terjangkau dan mudah diterapkan seperti MOF dan COF untuk memitigasi perubahan iklim.

Selain Hadiah Nobel, Yaghi telah meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Wolf Prize dalam bidang Kimia (2018), King Faisal International Prize dalam bidang Sains (2015), Solvay Prize (2024), Tang Prize (2024), dan Balzan Prize (2024).
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Tak Asal Review! Aleta...
Tak Asal Review! Aleta Novianda Bocorkan 5 Cara Bikin Konten Review Skincare yang Menarik Jutaan Penonton
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Berita Terkini
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved