Trump Tidak Mungkin Raih Hadiah Nobel Perdamaian, tapi Siapa Kandidat Pemenangnya?

Rabu, 08 Oktober 2025 - 18:25 WIB
loading...
Trump Tidak Mungkin...
Donald Trump tidak mungkin raih hadiah Nobel Perdamaian. Foto/X/@WhiteHouse
A A A
WASHINGTON - Soal Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, satu hal yang hampir pasti: Presiden AS Donald Trump tidak akan menang, betapa pun ia menginginkannya. Tetapi siapa yang akan menang? Komite Nobel Norwegia di Oslo akan mengakhiri ketegangan ini ketika mengumumkan pemenangnya pada hari Jumat pukul 11:00 waktu setempat.

Latar belakangnya suram: jumlah konflik bersenjata di seluruh dunia yang melibatkan setidaknya satu negara belum pernah setinggi pada tahun 2024, sejak Universitas Uppsala Swedia memulai basis data konflik globalnya pada tahun 1946.

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa ia layak menerima penghargaan bergengsi tersebut karena menyelesaikan "delapan konflik", tetapi para ahli memperkirakan ia tidak akan menjadi pilihan komite -- setidaknya tidak tahun ini.

"Tidak, bukan Trump tahun ini," kata profesor Swedia Peter Wallensteen, seorang pakar hubungan internasional, kepada AFP.

"Tapi mungkin tahun depan? Saat itu, debu akan mereda di sekitar berbagai inisiatifnya, termasuk krisis Gaza," tambahnya.

Banyak ahli menganggap klaim "pembawa perdamaian" Trump berlebihan dan menyatakan kekhawatiran atas konsekuensi dari kebijakan "America First"-nya.

"Selain mencoba menjadi perantara perdamaian untuk Gaza, kami telah melihat kebijakan yang justru bertentangan dengan niat dan apa yang tertulis dalam wasiat (Alfred) Nobel, terutama untuk mempromosikan kerja sama internasional, persaudaraan bangsa-bangsa, dan perlucutan senjata," kata Nina Graeger, yang mengepalai Institut Penelitian Perdamaian Oslo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Yahya Sinwar Hilang,...
Yahya Sinwar Hilang, Israel Menduga Tewas tapi Tidak Punya Bukti
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved