Israel Mencapai Titik Tak Bisa Kembali dalam Perang Gaza
Selasa, 07 Oktober 2025 - 16:41 WIB
loading...
Purnawirawan Mayor Jenderal Israel Yitzhak Brick. Foto/globalter
A
A
A
JALUR GAZA - Purnawirawan Mayor Jenderal Israel Yitzhak Brick memperingatkan Israel telah mencapai "titik tak bisa kembali" dalam perangnya di Jalur Gaza. Dia mengatakan tentaranya telah menghabiskan kekuatannya tanpa mematahkan perlawanan Palestina.
Dalam pernyataan yang diterbitkan surat kabar berbahasa Ibrani, Maariv, Brick mengatakan Israel telah gagal mencapai satu pun tujuan strategisnya hampir dua tahun setelah perang.
Ia menuduh para pemimpin politik dan militer menyesatkan publik dengan "propaganda media" tentang kemenangan yang akan segera diraih.
"Tentara Israel telah menghabiskan energinya tanpa mampu mematahkan perlawanan Palestina," ungkap Brick.
Dia menjelaskan, "Para pemimpin menipu publik dengan mengklaim kemenangan yang menentukan sudah dekat, sementara pada kenyataannya, Israel terperosok dalam perang atrisi berkepanjangan yang mengancam keruntuhan internal."
Brick menambahkan Israel belum mencapai tujuan-tujuan utamanya, termasuk menghancurkan Hamas, memulihkan pencegahan, dan mengamankan permukiman perbatasan di dekat Gaza.
Ia mengungkapkan tentara Israel hanya menghancurkan sekitar 20% jaringan terowongan Hamas — komponen kunci infrastruktur militer kelompok tersebut.
Ia lebih lanjut mencatat penilaian yang menunjukkan Hamas hampir kalah adalah "tidak benar dan menyesatkan."
Dia menegaskan gerakan Hamas telah membangun kembali kemampuan militernya dan sekarang mengerahkan lebih dari 30.000 pejuang, menurut laporan keamanan internal.
Brick juga mengkritik ketergantungan tentara yang besar pada serangan udara, dengan alasan kekuatan udara saja tidak dapat membawa kemenangan.
"Pasukan darat menderita karena kurangnya kesiapan dan organisasi. Perang saat ini dilancarkan tanpa rencana strategis yang jelas," ungkap dia.
Baca juga: Israel Terancam Diisolasi Dunia dan Defisit Keuangan Jika Rencana Trump Akhiri Perang Gaza Gagal
Dalam pernyataan yang diterbitkan surat kabar berbahasa Ibrani, Maariv, Brick mengatakan Israel telah gagal mencapai satu pun tujuan strategisnya hampir dua tahun setelah perang.
Ia menuduh para pemimpin politik dan militer menyesatkan publik dengan "propaganda media" tentang kemenangan yang akan segera diraih.
"Tentara Israel telah menghabiskan energinya tanpa mampu mematahkan perlawanan Palestina," ungkap Brick.
Dia menjelaskan, "Para pemimpin menipu publik dengan mengklaim kemenangan yang menentukan sudah dekat, sementara pada kenyataannya, Israel terperosok dalam perang atrisi berkepanjangan yang mengancam keruntuhan internal."
Brick menambahkan Israel belum mencapai tujuan-tujuan utamanya, termasuk menghancurkan Hamas, memulihkan pencegahan, dan mengamankan permukiman perbatasan di dekat Gaza.
Ia mengungkapkan tentara Israel hanya menghancurkan sekitar 20% jaringan terowongan Hamas — komponen kunci infrastruktur militer kelompok tersebut.
Ia lebih lanjut mencatat penilaian yang menunjukkan Hamas hampir kalah adalah "tidak benar dan menyesatkan."
Dia menegaskan gerakan Hamas telah membangun kembali kemampuan militernya dan sekarang mengerahkan lebih dari 30.000 pejuang, menurut laporan keamanan internal.
Brick juga mengkritik ketergantungan tentara yang besar pada serangan udara, dengan alasan kekuatan udara saja tidak dapat membawa kemenangan.
"Pasukan darat menderita karena kurangnya kesiapan dan organisasi. Perang saat ini dilancarkan tanpa rencana strategis yang jelas," ungkap dia.
Baca juga: Israel Terancam Diisolasi Dunia dan Defisit Keuangan Jika Rencana Trump Akhiri Perang Gaza Gagal
(sya)
Lihat Juga :