Israel Terancam Diisolasi Dunia dan Defisit Keuangan Jika Rencana Trump Akhiri Perang Gaza Gagal
Selasa, 07 Oktober 2025 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Peringatan itu muncul ketika Israel dan Hamas akan mengadakan negosiasi di Mesir di tengah harapan kemungkinan gencatan senjata.
"Saya diberitahu bahwa fase pertama harus diselesaikan minggu ini, dan saya meminta semua orang untuk BERGERAK CEPAT. Saya akan terus memantau 'konflik' yang telah berlangsung berabad-abad ini. WAKTU SANGAT PENTING ATAU, PERTUMPAHAN DARAH BESAR AKAN TERJADI—SESUATU YANG TAK INGIN DILIHAT SIAPA PUN!" tulis Trump dengan campuran huruf kapital khasnya dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Menurut presiden dari Partai Republik tersebut, telah ada "diskusi positif" dengan Hamas dan negara-negara lain mengenai rencana perdamaian Gaza.
"Telah terjadi diskusi yang sangat positif dengan Hamas, dan negara-negara dari seluruh dunia (Arab, Muslim, dan lainnya) akhir pekan ini, untuk membebaskan para sandera, mengakhiri perang di Gaza, tetapi yang lebih penting, akhirnya perdamaian di Timur Tengah yang telah lama dinantikan. Perundingan ini sangat sukses, dan berjalan cepat. Tim teknis akan bertemu kembali pada hari Senin, di Mesir, untuk membahas dan mengklarifikasi detail akhir," papar Trump.
Fase pertama rencana perdamaian Gaza kemungkinan akan berfokus pada pembebasan para sandera Israel yang ditawan Hamas di Gaza.
Hamas pada Jumat malam menerima beberapa bagian dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Trump, termasuk mengakhiri perang, penarikan pasukan Israel, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina, upaya bantuan dan pemulihan, serta penolakan terhadap pengusiran warga Palestina dari wilayah tersebut.
Respons Hamas itu muncul setelah Trump mengeluarkan ultimatum kepada kelompok perlawanan Palestina tersebut untuk menerima rencana perdamaiannya atau menghadapi "neraka".
Trump kemudian memperingatkan Hamas untuk "bergerak cepat" dan menyetujui perjanjian damai dengan Israel atau "mengancam kehancuran lebih lanjut" di Gaza.
"Saya diberitahu bahwa fase pertama harus diselesaikan minggu ini, dan saya meminta semua orang untuk BERGERAK CEPAT. Saya akan terus memantau 'konflik' yang telah berlangsung berabad-abad ini. WAKTU SANGAT PENTING ATAU, PERTUMPAHAN DARAH BESAR AKAN TERJADI—SESUATU YANG TAK INGIN DILIHAT SIAPA PUN!" tulis Trump dengan campuran huruf kapital khasnya dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Menurut presiden dari Partai Republik tersebut, telah ada "diskusi positif" dengan Hamas dan negara-negara lain mengenai rencana perdamaian Gaza.
"Telah terjadi diskusi yang sangat positif dengan Hamas, dan negara-negara dari seluruh dunia (Arab, Muslim, dan lainnya) akhir pekan ini, untuk membebaskan para sandera, mengakhiri perang di Gaza, tetapi yang lebih penting, akhirnya perdamaian di Timur Tengah yang telah lama dinantikan. Perundingan ini sangat sukses, dan berjalan cepat. Tim teknis akan bertemu kembali pada hari Senin, di Mesir, untuk membahas dan mengklarifikasi detail akhir," papar Trump.
Fase pertama rencana perdamaian Gaza kemungkinan akan berfokus pada pembebasan para sandera Israel yang ditawan Hamas di Gaza.
Hamas pada Jumat malam menerima beberapa bagian dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Trump, termasuk mengakhiri perang, penarikan pasukan Israel, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina, upaya bantuan dan pemulihan, serta penolakan terhadap pengusiran warga Palestina dari wilayah tersebut.
Respons Hamas itu muncul setelah Trump mengeluarkan ultimatum kepada kelompok perlawanan Palestina tersebut untuk menerima rencana perdamaiannya atau menghadapi "neraka".
Trump kemudian memperingatkan Hamas untuk "bergerak cepat" dan menyetujui perjanjian damai dengan Israel atau "mengancam kehancuran lebih lanjut" di Gaza.
Lihat Juga :