Polandia Kerahkan Jet Tempur setelah Ada Serangan Rusia di dekat Perbatasan

Senin, 06 Oktober 2025 - 15:42 WIB
loading...
Polandia Kerahkan Jet...
Polandia kerahkan jet tempur setelah adanya Rusia di dekat perbatasan. Foto/X/@ArmyRecognition
A A A
MOSKOW - Polandia mengerahkan angkatan udaranya Minggu pagi setelah Rusia melakukan serangan udara skala besar di Ukraina barat, termasuk wilayah di dekat perbatasan Polandia. Itu meningkatkan eskalasi ketegangan antara NATO dan Rusia.

"Pesawat Polandia dan sekutu beroperasi di wilayah udara kami, sementara sistem pertahanan udara berbasis darat dan pengintaian radar telah disiagakan dalam kondisi siaga tertinggi," kata komando operasional di platform media sosial AS, X, dilansir RT.

Pejabat Ukraina mengatakan rudal dan drone menargetkan wilayah Lviv, yang terletak di dekat Polandia, sementara Rusia melancarkan gelombang serangan baru semalam.

Anggota NATO di sayap timur, termasuk Polandia, tetap waspada tinggi di tengah meningkatnya dugaan pelanggaran wilayah udara. Pada bulan September, Polandia menyatakan telah menembak jatuh pesawat nirawak Rusia yang memasuki wilayahnya, sementara penampakan pesawat nirawak baru-baru ini di Kopenhagen dan München telah menyebabkan gangguan sementara pada penerbangan Eropa. Rusia membantah terlibat.

Baca Juga: 3 Fakta Dampak Pakta Pertahanan Australia dan Papua Nugini

Dalam perkembangan terkait, bandara utama Lituania di Vilnius ditutup selama beberapa jam semalam setelah adanya laporan kemungkinan serangkaian balon mendekati wilayah tersebut Sabtu malam.

Sebelumnya, Rusia dan Ukraina saling klaim pada hari Senin atas serangan udara berskala besar semalam. Moskow mengatakan pertahanan udaranya menghancurkan lebih dari 250 pesawat nirawak Ukraina, sementara Kyiv melaporkan ratusan serangan Rusia di beberapa wilayah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan unit pertahanan udara mencegat dan menghancurkan 251 kendaraan udara nirawak Ukraina semalam, termasuk 62 di atas Laut Hitam dan lima di atas Laut Azov.

Kementerian tersebut mengatakan pesawat nirawak tersebut ditembak jatuh di beberapa wilayah, termasuk Krimea, Kursk, Belgorod, Voronezh, Nizhny Novgorod, dan dekat Moskow.

Sementara itu, pejabat Ukraina mengatakan Rusia melancarkan 762 serangan terhadap 17 permukiman di wilayah Zaporizhzhia dalam 24 jam terakhir, menewaskan satu orang dan melukai 11 orang.

"Musuh melakukan enam serangan udara dan lebih dari 500 serangan pesawat nirawak di wilayah sipil," kata Ivan Fedorov, kepala Administrasi Militer Regional Zaporizhzhia.

Ia menambahkan bahwa 240 laporan kerusakan rumah, kendaraan, dan infrastruktur telah diterima.

Di wilayah Chernihiv, pihak berwenang mengatakan penembakan Rusia mengenai sebuah fasilitas energi semalam, menyebabkan pemadaman listrik.

"Pada malam hari, musuh menembaki wilayah Ichnyan," kata operator energi regional Chernihivoblenergo, seraya menambahkan bahwa sebuah fasilitas energi terkena serangan.

Di wilayah Odessa selatan, gubernur wilayah tersebut, Oleh Kiper, mengatakan pesawat tanpa awak "Shahed" Rusia menyerang sebuah fasilitas industri sipil, memicu kebakaran yang dengan cepat dipadamkan. Ia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa.

Verifikasi independen atas klaim tersebut sulit dilakukan karena perang yang sedang berlangsung.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Portugal vs Uzbekistan:...
Portugal vs Uzbekistan: Saatnya Ronaldo Menjawab Keraguan
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Di Ambang Perang, India...
Di Ambang Perang, India Borong 26 Jet Tempur Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved