Profil Soamsawali Kitiyakara, Istri Pertama yang Dicerai Raja Thailand tapi Jadi Permaisuri Bayangan
Senin, 06 Oktober 2025 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
Gelar ini unik. Tak ada istri lain Vajiralongkorn yang diberi posisi kehormatan seperti itu. Bahkan ketika raja menikahi istri-istri berikutnya, termasuk Srirasmi Suwadee dan Ratu Suthida, status Soamsawali tidak dicabut.
Dalam acara kenegaraan dan ritual keagamaan, dia sering duduk di barisan terdepan bersama para anggota inti keluarga kerajaan.
Berbeda dengan kehidupan glamor para istri kerajaan lainnya, Soamsawali memilih jalur tenang: aktivisme sosial dan kesehatan masyarakat. Dia aktif dalam kampanye anti-HIV/AIDS sejak 1980-an, ketika epidemi AIDS mulai merebak di Thailand. Dia juga menjadi pelindung berbagai organisasi amal, termasuk Palang Merah Thailand.
Perannya yang konsisten dalam kegiatan sosial membuatnya dicintai publik Thailand. Banyak warga menganggapnya sebagai simbol keanggunan tradisional dan kejujuran bangsawan lama—kontras dengan citra eksentrik Vajiralongkorn dan kehidupan pribadinya yang penuh kontroversi.
Meski tak lagi menjadi permaisuri resmi, Soamsawali hingga kini masih memegang gelar "Her Royal Highness Princess Soamsawali Krom Muen Suddhanarinatha” setelah dianugerahi pangkat kebangsawanan baru pada 2019.
Dia tetap menghadiri upacara-upacara penting, termasuk penobatan Vajiralongkorn sebagai raja pada 2019, di mana dia duduk dalam posisi terhormat.
Perannya kini lebih menyerupai figur bangsawan senior yang dihormati, bukan pemain politik aktif. Namun, keberadaannya yang tetap “didekatkan” ke istana sering dipandang sebagai bentuk kompromi politik internal monarki Thailand.
•Lahir: 13 Juli 1957, London, Inggris.
•Menikah dengan Vajiralongkorn: 1977.
•Anak: Putri Bajrakitiyabha.
•Bercerai: 1991.
•Fokus Kegiatan: Amal, kesehatan masyarakat, HIV/AIDS awareness.
•Status Sekarang: Bangsawan senior kerajaan Thailand dengan gelar kehormatan.
Dalam acara kenegaraan dan ritual keagamaan, dia sering duduk di barisan terdepan bersama para anggota inti keluarga kerajaan.
Berbeda dengan kehidupan glamor para istri kerajaan lainnya, Soamsawali memilih jalur tenang: aktivisme sosial dan kesehatan masyarakat. Dia aktif dalam kampanye anti-HIV/AIDS sejak 1980-an, ketika epidemi AIDS mulai merebak di Thailand. Dia juga menjadi pelindung berbagai organisasi amal, termasuk Palang Merah Thailand.
Perannya yang konsisten dalam kegiatan sosial membuatnya dicintai publik Thailand. Banyak warga menganggapnya sebagai simbol keanggunan tradisional dan kejujuran bangsawan lama—kontras dengan citra eksentrik Vajiralongkorn dan kehidupan pribadinya yang penuh kontroversi.
Meski tak lagi menjadi permaisuri resmi, Soamsawali hingga kini masih memegang gelar "Her Royal Highness Princess Soamsawali Krom Muen Suddhanarinatha” setelah dianugerahi pangkat kebangsawanan baru pada 2019.
Dia tetap menghadiri upacara-upacara penting, termasuk penobatan Vajiralongkorn sebagai raja pada 2019, di mana dia duduk dalam posisi terhormat.
Perannya kini lebih menyerupai figur bangsawan senior yang dihormati, bukan pemain politik aktif. Namun, keberadaannya yang tetap “didekatkan” ke istana sering dipandang sebagai bentuk kompromi politik internal monarki Thailand.
Fakta Singkat Soamsawali
•Nama Lengkap: Her Royal Highness Princess Soamsawali Krom Muen Suddhanarinatha.•Lahir: 13 Juli 1957, London, Inggris.
•Menikah dengan Vajiralongkorn: 1977.
•Anak: Putri Bajrakitiyabha.
•Bercerai: 1991.
•Fokus Kegiatan: Amal, kesehatan masyarakat, HIV/AIDS awareness.
•Status Sekarang: Bangsawan senior kerajaan Thailand dengan gelar kehormatan.
(mas)
Lihat Juga :