Aktivis Greta Thunberg Dipukuli dan Dilecehkan di Penjara Israel
Minggu, 05 Oktober 2025 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka menyeret Greta kecil dengan menjambak rambutnya di depan mata kami, memukulinya, dan memaksanya mencium bendera Israel. Mereka melakukan segala hal yang dapat dibayangkan kepadanya, sebagai peringatan bagi orang lain," katanya kepada Anadolu.
Aktivis Hazwani Helmi dan Windfield Beaver juga mengatakan Thunberg diarak dengan bendera Israel dan digunakan sebagai propaganda selama kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir ke penjara tersebut.
Dalam sebuah email yang dikutip oleh The Guardian, Kedutaan Besar Swedia di Tel Aviv mengatakan bahwa Thunberg telah mengeluhkan perlakuan kasar dan tidak menerima cukup makanan atau air.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel, Adalah, mengatakan para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat kabel selama setidaknya lima jam.
Kementerian Luar Negeri Israel membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai kebohongan total.
"Thunberg dan aktivis lainnya aman dan dalam keadaan sehat," klaim kementerian tersebut. "Tujuan sebenarnya mereka adalah provokasi untuk kepentingan Hamas, bukan bantuan kemanusiaan," imbuh kementerian itu.
Aktivis Hazwani Helmi dan Windfield Beaver juga mengatakan Thunberg diarak dengan bendera Israel dan digunakan sebagai propaganda selama kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir ke penjara tersebut.
Dalam sebuah email yang dikutip oleh The Guardian, Kedutaan Besar Swedia di Tel Aviv mengatakan bahwa Thunberg telah mengeluhkan perlakuan kasar dan tidak menerima cukup makanan atau air.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel, Adalah, mengatakan para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat kabel selama setidaknya lima jam.
Kementerian Luar Negeri Israel membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai kebohongan total.
"Thunberg dan aktivis lainnya aman dan dalam keadaan sehat," klaim kementerian tersebut. "Tujuan sebenarnya mereka adalah provokasi untuk kepentingan Hamas, bukan bantuan kemanusiaan," imbuh kementerian itu.
(mas)
Lihat Juga :