Aktivis Greta Thunberg Dipukuli dan Dilecehkan di Penjara Israel
Minggu, 05 Oktober 2025 - 09:54 WIB
loading...
Aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, mengalami pelecehan, penghinaan, dan perlakuan kasar di penjara Israel. Dia ditangkap pasukan Zionis di atas salah satu kapal Global Sumud Flotilla pembawa bantuan Gaza. Foto/Kementerian Luar Negeri Israel
A
A
A
TEL AVIV - Aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, mengalami pelecehan, penghinaan, dan perlakuan kasar di penjara Israel. Penderitaan itu dialaminya setelah ditangkap pasukan Zionis di atas salah satu kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan untuk warga Gaza.
Thunberg termasuk di antara para aktivis yang mencoba menerobos blokade Israel atas Gaza melalui laut. Kapal-kapal yang membawa mereka dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada hari Kamis dan Jumat.
Sebagian besar tahanan dibawa ke Penjara Ketziot di Gurun Negev, dan lebih dari 130 orang telah dideportasi ke Turki.
Baca Juga: Kapal Perang Israel Cegat Armada Bantuan Gaza, Aktivis Greta Thunberg Ditangkap Lagi
Jurnalis Italia Lorenzo D’Agostino mengatakan kepada Anadolu, Minggu (5/10/2025), bahwa pasukan Israel meninggalkan anggota armada tersebut tanpa air bersih selama dua hari.
"Sementara Thunberg dibungkus bendera Israel dan dipamerkan seperti piala," katanya.
Jurnalis Turki Ersin Celik mengatakan dia menyaksikan penyiksaan terhadap Thunberg.
"Mereka menyeret Greta kecil dengan menjambak rambutnya di depan mata kami, memukulinya, dan memaksanya mencium bendera Israel. Mereka melakukan segala hal yang dapat dibayangkan kepadanya, sebagai peringatan bagi orang lain," katanya kepada Anadolu.
Aktivis Hazwani Helmi dan Windfield Beaver juga mengatakan Thunberg diarak dengan bendera Israel dan digunakan sebagai propaganda selama kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir ke penjara tersebut.
Dalam sebuah email yang dikutip oleh The Guardian, Kedutaan Besar Swedia di Tel Aviv mengatakan bahwa Thunberg telah mengeluhkan perlakuan kasar dan tidak menerima cukup makanan atau air.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel, Adalah, mengatakan para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat kabel selama setidaknya lima jam.
Kementerian Luar Negeri Israel membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai kebohongan total.
"Thunberg dan aktivis lainnya aman dan dalam keadaan sehat," klaim kementerian tersebut. "Tujuan sebenarnya mereka adalah provokasi untuk kepentingan Hamas, bukan bantuan kemanusiaan," imbuh kementerian itu.
Thunberg termasuk di antara para aktivis yang mencoba menerobos blokade Israel atas Gaza melalui laut. Kapal-kapal yang membawa mereka dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada hari Kamis dan Jumat.
Sebagian besar tahanan dibawa ke Penjara Ketziot di Gurun Negev, dan lebih dari 130 orang telah dideportasi ke Turki.
Baca Juga: Kapal Perang Israel Cegat Armada Bantuan Gaza, Aktivis Greta Thunberg Ditangkap Lagi
Jurnalis Italia Lorenzo D’Agostino mengatakan kepada Anadolu, Minggu (5/10/2025), bahwa pasukan Israel meninggalkan anggota armada tersebut tanpa air bersih selama dua hari.
"Sementara Thunberg dibungkus bendera Israel dan dipamerkan seperti piala," katanya.
Jurnalis Turki Ersin Celik mengatakan dia menyaksikan penyiksaan terhadap Thunberg.
"Mereka menyeret Greta kecil dengan menjambak rambutnya di depan mata kami, memukulinya, dan memaksanya mencium bendera Israel. Mereka melakukan segala hal yang dapat dibayangkan kepadanya, sebagai peringatan bagi orang lain," katanya kepada Anadolu.
Aktivis Hazwani Helmi dan Windfield Beaver juga mengatakan Thunberg diarak dengan bendera Israel dan digunakan sebagai propaganda selama kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir ke penjara tersebut.
Dalam sebuah email yang dikutip oleh The Guardian, Kedutaan Besar Swedia di Tel Aviv mengatakan bahwa Thunberg telah mengeluhkan perlakuan kasar dan tidak menerima cukup makanan atau air.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel, Adalah, mengatakan para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat kabel selama setidaknya lima jam.
Kementerian Luar Negeri Israel membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai kebohongan total.
"Thunberg dan aktivis lainnya aman dan dalam keadaan sehat," klaim kementerian tersebut. "Tujuan sebenarnya mereka adalah provokasi untuk kepentingan Hamas, bukan bantuan kemanusiaan," imbuh kementerian itu.
(mas)
Lihat Juga :