Siapa Sanae Takaichi? Politikus Jepang yang Akan Jadi PM Perempuan Pertama

Minggu, 05 Oktober 2025 - 02:20 WIB
loading...
A A A
"Ia menyebut dirinya Margaret Thatcher-nya Jepang. Dalam hal disiplin fiskal, ia sama sekali bukan Thatcher," kata Prof. Kingston, dilansir BBC.

"Namun, seperti Thatcher, ia bukanlah seorang penyembuh yang hebat. Saya rasa ia belum berbuat banyak untuk memberdayakan perempuan."

4. Memiliki Pandangan Konservatif

Takaichi adalah seorang konservatif yang gigih dan telah lama menentang undang-undang yang mengizinkan perempuan untuk mempertahankan nama gadis mereka setelah menikah, dengan mengatakan bahwa hal itu bertentangan dengan tradisi. Ia juga menentang pernikahan sesama jenis.

Sebagai anak didik mendiang pemimpin Shinzo Abe, Takaichi telah berjanji untuk menghidupkan kembali visi ekonominya, yang dikenal sebagai Abenomics – yang melibatkan pengeluaran fiskal yang tinggi dan pinjaman murah.

Veteran LDP ini bersikap keras terhadap keamanan dan bertujuan untuk merevisi konstitusi pasifis Jepang.

Ia juga merupakan pengunjung tetap kuil Yasukuni yang kontroversial, tempat para korban perang Jepang, termasuk beberapa penjahat perang yang dihukum, dikenang.

Ia kemungkinan akan dikonfirmasi oleh parlemen, meskipun tidak secara otomatis seperti pendahulunya karena partai yang berkuasa berada dalam posisi yang jauh lebih lemah setelah kehilangan mayoritas di kedua majelis.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved