Para Pemimpin Dunia Sambut Baik Respons Hamas terhadap Rencana Trump Akhiri Genosida di Gaza

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 09:47 WIB
loading...
Para Pemimpin Dunia...
Warga Palestina mengungsi akibat serangan Israel di Jalur Gaza. Foto/anadolu
A A A
PARIS - Hamas telah mengisyaratkan penerimaannya terhadap elemen-elemen inti dari rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza. Perkembangan ini disambut baik oleh para pemimpin dunia.

Respons Hamas itu digambarkan pemimpin AS tersebut sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya".

Para pemimpin dunia, negara-negara, dan PBB semuanya memuji perkembangan ini. Berikut pernyataan yang telah disampaikan sejauh ini:

Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan, “Menyambut baik pernyataan Hamas, serta kesiapannya untuk membebaskan semua sandera." Qatar juga mendukung seruan Trump agar Israel segera menghentikan serangannya di Gaza.

Mesir menyatakan "apresiasinya" atas pernyataan Hamas, serta "visi politik realistis" pemimpin AS tersebut untuk mencapai "perdamaian dan stabilitas" di Timur Tengah.

Mesir berharap "perkembangan positif" ini akan mendorong semua pihak untuk "mencapai tingkat tanggung jawab yang dibutuhkan" guna mengakhiri perang.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut tanggapan Hamas sebagai "langkah konstruktif dan signifikan menuju perdamaian abadi", seraya ia mendesak Israel "segera menghentikan semua serangannya".

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan komitmen Hamas "harus ditindaklanjuti tanpa penundaan", seraya menegaskan adanya peluang untuk "membuat kemajuan yang menentukan menuju perdamaian".

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan "perdamaian di Gaza dan pembebasan para sandera sudah di ambang pintu".

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan ia "terdorong" oleh pernyataan Hamas, seraya mendesak semua pihak "memanfaatkan kesempatan" guna mengakhiri konflik.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan ia memperbarui "dukungan penuhnya terhadap upaya Presiden Trump untuk membawa perdamaian ke Timur Tengah", seraya menambahkan "prioritas bagi semua pihak sekarang adalah mencapai gencatan senjata yang mengarah pada pembebasan segera semua sandera".

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan "penerimaan Hamas atas rencana perdamaian AS merupakan langkah maju yang signifikan".

Ia juga mengatakan rencana Presiden Trump telah "membawa kita lebih dekat kepada perdamaian daripada sebelumnya".

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan Canberra "menyambut baik kemajuan rencana Presiden Trump untuk membawa perdamaian ke Gaza".

Ia mendesak Hamas "menyetujui rencana tersebut, meletakkan senjata, dan membebaskan semua sandera yang tersisa tanpa penundaan".

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan ia setuju dengan Trump "kali ini", karena ia menuntut "penghentian genosida".

Petro menambahkan, “Jika Trump mengerahkan pasukannya untuk menghentikan penindasan atas Palestina, pasukan tersebut akan didampingi oleh pasukan Kolombia."

Baca juga: Hamas Siap Serahkan Semua Sandera Israel dan Pemerintahan Jalur Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
10 Pemain Terkaya Piala...
10 Pemain Terkaya Piala Dunia 2026: Ronaldo Nomor 1
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved