Akibat Serangan Israel, 42 Ribu Orang di Gaza Termasuk Anak-anak Cacat Seumur Hidup

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 17:40 WIB
loading...
Akibat Serangan Israel,...
Ratib Mahmoud Abu Kulayk, 9 tahun, yang melarikan diri dari desanya di Gaza utara bersama keluarganya ke Deir al Balah, kehilangan ibunya dalam serangan udara Israel saat mengunjungi kerabatnya di Khan Yunis. Ia masih hidup dalam kondisi yang sulit di Dei
A A A
JALUR GAZA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada hari Kamis (2/10/2025) bahwa sekitar 42.000 orang di Gaza, seperempatnya anak-anak, hidup dengan cedera terkait perang yang telah menyebabkan disabilitas permanen dan membutuhkan perawatan medis jangka panjang.

Menurut laporan WHO, dari sekitar 167.376 orang yang terluka sejak Oktober 2023, satu dari empat orang mengalami kerusakan permanen, termasuk lebih dari 5.000 amputasi.

Cedera serius lainnya yang dilaporkan meliputi lebih dari 22.000 cedera anggota tubuh, lebih dari 2.000 cedera tulang belakang, hampir 1.300 cedera otak traumatis, dan lebih dari 3.300 luka bakar parah.

“Cedera-cedera ini membutuhkan peningkatan kebutuhan akan layanan bedah dan rehabilitasi khusus dan sangat memengaruhi pasien dan keluarga mereka di seluruh Gaza," ungkap organisasi tersebut, seraya mencatat, "Satu dari empat cedera ini terjadi pada anak-anak."

Perwakilan WHO di wilayah Palestina yang diduduki, Richard Peeperkorn, mengatakan dalam konferensi pers, "Rehabilitasi seumur hidup akan sangat penting."

Sistem kesehatan Gaza yang sudah rapuh telah melampaui batasnya dan tidak mampu memenuhi kebutuhan yang sangat besar akibat konflik.

Hanya 14 dari 36 rumah sakit yang masih berfungsi sebagian, sementara layanan rehabilitasi telah dikurangi hingga sepertiga dari kapasitasnya sebelum perang.

Tentara Israel membunuh rata-rata 100 warga Palestina di Jalur Gaza setiap hari, di samping mereka yang meninggal karena kelaparan dan kurangnya perawatan medis, menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada hari Rabu.

"Rata-rata, 100 orang dilaporkan tewas setiap hari di Gaza akibat operasi militer Israel atau penembakan di gerai makanan 'Yayasan Kemanusiaan Gaza'. Sementara itu, yang lainnya meninggal karena kelaparan atau kurangnya perawatan medis," ungkap UNRWA.

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan hal itu dalam pernyataan di X.

Israel telah menewaskan lebih dari 66.100 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Pengeboman tanpa henti telah membuat daerah kantong itu tidak layak huni dan menyebabkan kelaparan.

Pada 27 Mei, Israel meluncurkan skema distribusi bantuan terpisah melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung AS, tanpa melibatkan PBB dan badan-badan kemanusiaan internasional.

Sejak itu, hampir 2.600 orang telah tewas dan 19.000 lainnya terluka akibat tembakan Israel saat mengumpulkan bantuan di titik-titik distribusi.

Baca juga: Mesir Peringatkan Celah dalam Rencana Trump, Gedung Putih Tunggu Tanggapan Hamas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Mengapa Militer AS Menyerang...
Mengapa Militer AS Menyerang Pulau Qeshm di Iran? Ini 4 Faktanya
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
Markas Besar Militer...
Markas Besar Militer Iran Peringatkan Pembalasan Jika Israel Serang Pinggiran Selatan Beirut
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Meteor yang Tabrak Atmosfer...
Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah
Rekomendasi
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Berita Terkini
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved