Wanita AS Ini Dihukum 5 Tahun Penjara karena Berupaya Tenggelamkan Balita Muslim Palestina
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 14:24 WIB
loading...
Elizabeth Wolf, wanita Texas, AS, dihukum 5 tahun penjara karena berupaya menenggelamkan balita Muslim Palestina. Foto/Tarrant County Sheriffs Office via CNN
A
A
A
WASHINGTON - Seorang wanita asal Texas, Amerika Serikat (AS), dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Dia dinyatakan bersalah karena mencoba menenggelamkan seorang anak perempuan Muslim berusia tiga tahun berkewarganegaraan Palestina-AS.
Elizabeth Wolf (43) mencoba menenggelamkan balita tersebut dalam upaya pembunuhan pada Mei 2024, yang menurut polisi setempat dimotivasi oleh bias rasial.
Catatan dan proses pengadilan yang dikutip oleh CBS News dan Fort Worth Star-Telegram, Jumat (3/10/2025), menunjukkan Hakim Andy Porter menjatuhkan hukuman kepada Wolf setelah dia mengaku bersalah atas percobaan pembunuhan dan melukai seorang anak.
Baca Juga: Turis Sombong Israel Menolak Lepas Sepatu di Restoran Thailand: 'Uangku Membangun Negaramu'
Wolf didakwa tahun lalu setelah serangan tersebut, yang dikecam keras oleh Presiden AS saat itu; Joe Biden, dan hukuman baru dijatuhkan hakim sekarang.
Para pembela hak asasi manusia mencatat meningkatnya ancaman terhadap komunitas Muslim, Arab, dan Yahudi Amerika sejak dimulainya serangan Israel di Gaza setelah serangan Hamas pada Oktober 2023.
Percobaan pembunuhan terhadap balita Muslim Palestina itu terjadi di kolam renang sebuah kompleks apartemen di Euless, Texas. Wolf saat berdebat dengan ibu dari korban.
Ibu korban saat itu juga berada di kolam renang bersama putranya yang berusia 6 tahun, dan Wolf bertanya dari mana mereka berasal.
Menurut laporan polisi, Wolf saat itu mencoba menenggelamkan korban dan mencoba meraih kakak korban. Sang ibu bergegas menarik kedua anak itu dari air dan keduanya dinyatakan sehat setelah petugas medis datang.
Kekerasan bias anti-Muslim telah marak terjadi di AS, termasuk penusukan fatal seorang anak laki-laki Palestina-Amerika berusia 6 tahun di Illinois, penusukan seorang pria Palestina-Amerika di Texas, dan serangan massa yang brutal terhadap pengunjuk rasa pro-Palestina di California.
Ada juga penembakan dua pengunjung Israel di Florida yang disangka oleh tersangka sebagai warga Palestina dan penyerangan oleh massa pro-Israel di New York City yang meneriakkan "Matilah Orang Arab".
Insiden-insiden yang menimbulkan kekhawatiran akan antisemitisme dan sikap anti-Israel termasuk penembakan fatal dua karyawan kedutaan Israel di Washington, serangan di Colorado yang menewaskan satu orang, dan serangan pembakaran di kediaman Gubernur Pennsylvania, Josh Shapiro.
Elizabeth Wolf (43) mencoba menenggelamkan balita tersebut dalam upaya pembunuhan pada Mei 2024, yang menurut polisi setempat dimotivasi oleh bias rasial.
Catatan dan proses pengadilan yang dikutip oleh CBS News dan Fort Worth Star-Telegram, Jumat (3/10/2025), menunjukkan Hakim Andy Porter menjatuhkan hukuman kepada Wolf setelah dia mengaku bersalah atas percobaan pembunuhan dan melukai seorang anak.
Baca Juga: Turis Sombong Israel Menolak Lepas Sepatu di Restoran Thailand: 'Uangku Membangun Negaramu'
Wolf didakwa tahun lalu setelah serangan tersebut, yang dikecam keras oleh Presiden AS saat itu; Joe Biden, dan hukuman baru dijatuhkan hakim sekarang.
Para pembela hak asasi manusia mencatat meningkatnya ancaman terhadap komunitas Muslim, Arab, dan Yahudi Amerika sejak dimulainya serangan Israel di Gaza setelah serangan Hamas pada Oktober 2023.
Percobaan pembunuhan terhadap balita Muslim Palestina itu terjadi di kolam renang sebuah kompleks apartemen di Euless, Texas. Wolf saat berdebat dengan ibu dari korban.
Ibu korban saat itu juga berada di kolam renang bersama putranya yang berusia 6 tahun, dan Wolf bertanya dari mana mereka berasal.
Menurut laporan polisi, Wolf saat itu mencoba menenggelamkan korban dan mencoba meraih kakak korban. Sang ibu bergegas menarik kedua anak itu dari air dan keduanya dinyatakan sehat setelah petugas medis datang.
Kekerasan bias anti-Muslim telah marak terjadi di AS, termasuk penusukan fatal seorang anak laki-laki Palestina-Amerika berusia 6 tahun di Illinois, penusukan seorang pria Palestina-Amerika di Texas, dan serangan massa yang brutal terhadap pengunjuk rasa pro-Palestina di California.
Ada juga penembakan dua pengunjung Israel di Florida yang disangka oleh tersangka sebagai warga Palestina dan penyerangan oleh massa pro-Israel di New York City yang meneriakkan "Matilah Orang Arab".
Insiden-insiden yang menimbulkan kekhawatiran akan antisemitisme dan sikap anti-Israel termasuk penembakan fatal dua karyawan kedutaan Israel di Washington, serangan di Colorado yang menewaskan satu orang, dan serangan pembakaran di kediaman Gubernur Pennsylvania, Josh Shapiro.
(mas)
Lihat Juga :