Profil Srirasmi Suwadee, Istri Ke-3 yang Diceraikan Raja Thailand karena Skandal Korupsi
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 13:55 WIB
loading...
Srirasmi Suwadee, istri ketiga yang diceraikan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan gelar kerajaannya dicopot karena skandal korupsi yang melibatkan keluarganya. Dia akhirnya menjadi maechi. Foto/hype
A
A
A
JAKARTA - Srirasmi Suwadee dulunya adalah anggota keluarga Kerajaan Thailand dengan panggilan Putri Srirasmi. Dia jadi bangsawan ketika menjadi istri ketiga Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, yang sekarang adalah raja Thailand yang juga dikenal sebagai Raja Rama X.
Nasib hidupnya ibarat roller coaster, dari seorang pelayan putra mahkota kemudian diangkat derajatnya dengan dijadikan istri ketiga—yang berarti berposisi sebagai permaisuri—, namun kemudian diceraikan dan gelarnya kerajaannya dicopot. Nasib malangnya ini karena skandal korupsi yang diduga kuat melibatkan keluarganya.
Baca Juga: Profil Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand yang Pernah Jadi Pilot Jet Tempur
Srirasmi Suwadee lahir di Provinsi Samut Songkhram pada 9 Desember 1971. Berasal dari keluarga sederhana, Srirasmi merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Apiruj dan Wanthanee Suwadee.
Dia pernah kuliah di Bangkok Business College. Pada tahun 1993, di usia 22 tahun, dia mengabdi kepada Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn sebagai "dayung" atau pelayan.
Srirasmi juga pernah kuliah di Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat pada tahun 1997 dan lulus pada tahun 2002 dengan gelar sarjana ilmu manajemen. Vajiralongkorn saat itu secara pribadi menganugerahkan ijazahnya. Pada tahun 2007, dia menerima gelar Magister Sains dalam Keluarga dan Perkembangan Anak dari Universitas Kasetsart.
Setelah mengabdi pada Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, Srirasmi dinikahi calon raja tersebut pada 10 Februari 2001 dalam sebuah upacara tertutup di Istana Nonthaburi milik sang pangeran. Tak ada warga yang tahu pernikahan mereka saat itu.
Ketika menikahi Srirasmi, Maha Vajiralongkorn sudah menikah dua kali dan memiliki beberapa anak dari istri-istri sebelumnya.
"Saya sekarang berusia 50 tahun dan merasa saya harus memiliki keluarga yang lengkap," kata Pangeran Vajiralongkorn setelah menikahi Srirasmi.
Setelah dinikahi sebagai istri ketiga, Srirasmi diberi gelar Mom Srirasmi Mahidol na Ayudhya. Pada 14 Februari 2005, Srirasmi dinyatakan hamil. Pada 29 April 2005, Srirasmi melahirkan seorang putra bernama Dipangkorn Rasmijoti lahir melalui operasi caesar di Rumah Sakit Siriraj.
Karena kelahiran bayi laki-laki itulah, Srirasmi dianugerahi gelar "Putri Thailand" oleh Raja Bhumibol Adulyadej dan diberi gelar "Yang Mulia" sebagai permaisuri kerajaan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn.
Srirasmi pernah menjadi sorotan publik pada 2009, ketika dia muncul dalam video yang bocor saat memberi makan kue ulang tahun kepada anjing suaminya, Fufu, sambil hanya mengenakan G-string.
Nasib Srirasmi berubah tragis ketika sebuah surat yang meminta agar keluarga Srirasmi dicabut gelar kerajaannya telah dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri Thailand pada November 2014.
Pengirim surat tersebut justru suaminya sendiri, Putra Mahkota Vajiralongkorn. Musababnya adalah adanya tuduhan korupsi yang melibatkan tujuh kerabat Srirasmi. Bulan berikutnya, Desember 2014, Srirasmi diceraikan.
Pada 11 Desember 2014, Lembaran Berita Pemerintah Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Srirasmi melepaskan gelar kerajaannya. Dia menerima pembayaran sebesar 200 juta baht dari Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn sebagai imbalan atas pelepasan gelarnya. Uang tersebut dibayarkan dari Biro Properti Kerajaan, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kementerian Keuangan Thailand.
Setelah perceraian Srirasmi, sang ayah; Apiruj Suwadee, dan dan sang ibu; Wanthanee, ditangkap atas tuduhan lèse-majesté atau menodai citra keluarga kerajaan. Keduanya kemudian mengakui telah menyalahgunakan koneksi kerajaan mereka 12 tahun sebelumnya, yang menyebabkan mantan tetangga mereka dipenjara atas tuduhan penipuan.
Saudara-saudara Srirasmi, Mayor Natthapol Suwadee, Narong Suwadee, dan Sitthisak Suwadee juga dipenjara atas skandal serupa.
Setelah tersingkir dari keluarga kerajaan, Srirasmi memilih untuk menjalani kehidupan monastik sebagai maechi yang hidup sederhana. Banyak yang menganggap bahwa dia sebenarnya berada dalam tahanan rumah.
Meski sudah memberikan calon pewaris takhta, Srirasmi kehilangan segalanya—termasuk harapan menjadi ratu kerajaan Thailand karena telah didepak Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn yang sekarang berkuasa sebagai raja Thailand.
Nasib hidupnya ibarat roller coaster, dari seorang pelayan putra mahkota kemudian diangkat derajatnya dengan dijadikan istri ketiga—yang berarti berposisi sebagai permaisuri—, namun kemudian diceraikan dan gelarnya kerajaannya dicopot. Nasib malangnya ini karena skandal korupsi yang diduga kuat melibatkan keluarganya.
Baca Juga: Profil Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand yang Pernah Jadi Pilot Jet Tempur
Profil Putri Srirasmi Suwadee yang Diceraikan Raja Thailand
Srirasmi Suwadee lahir di Provinsi Samut Songkhram pada 9 Desember 1971. Berasal dari keluarga sederhana, Srirasmi merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Apiruj dan Wanthanee Suwadee.
Dia pernah kuliah di Bangkok Business College. Pada tahun 1993, di usia 22 tahun, dia mengabdi kepada Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn sebagai "dayung" atau pelayan.
Srirasmi juga pernah kuliah di Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat pada tahun 1997 dan lulus pada tahun 2002 dengan gelar sarjana ilmu manajemen. Vajiralongkorn saat itu secara pribadi menganugerahkan ijazahnya. Pada tahun 2007, dia menerima gelar Magister Sains dalam Keluarga dan Perkembangan Anak dari Universitas Kasetsart.
Setelah mengabdi pada Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, Srirasmi dinikahi calon raja tersebut pada 10 Februari 2001 dalam sebuah upacara tertutup di Istana Nonthaburi milik sang pangeran. Tak ada warga yang tahu pernikahan mereka saat itu.
Ketika menikahi Srirasmi, Maha Vajiralongkorn sudah menikah dua kali dan memiliki beberapa anak dari istri-istri sebelumnya.
"Saya sekarang berusia 50 tahun dan merasa saya harus memiliki keluarga yang lengkap," kata Pangeran Vajiralongkorn setelah menikahi Srirasmi.
Setelah dinikahi sebagai istri ketiga, Srirasmi diberi gelar Mom Srirasmi Mahidol na Ayudhya. Pada 14 Februari 2005, Srirasmi dinyatakan hamil. Pada 29 April 2005, Srirasmi melahirkan seorang putra bernama Dipangkorn Rasmijoti lahir melalui operasi caesar di Rumah Sakit Siriraj.
Karena kelahiran bayi laki-laki itulah, Srirasmi dianugerahi gelar "Putri Thailand" oleh Raja Bhumibol Adulyadej dan diberi gelar "Yang Mulia" sebagai permaisuri kerajaan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn.
Srirasmi pernah menjadi sorotan publik pada 2009, ketika dia muncul dalam video yang bocor saat memberi makan kue ulang tahun kepada anjing suaminya, Fufu, sambil hanya mengenakan G-string.
Nasib Srirasmi berubah tragis ketika sebuah surat yang meminta agar keluarga Srirasmi dicabut gelar kerajaannya telah dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri Thailand pada November 2014.
Pengirim surat tersebut justru suaminya sendiri, Putra Mahkota Vajiralongkorn. Musababnya adalah adanya tuduhan korupsi yang melibatkan tujuh kerabat Srirasmi. Bulan berikutnya, Desember 2014, Srirasmi diceraikan.
Pada 11 Desember 2014, Lembaran Berita Pemerintah Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Srirasmi melepaskan gelar kerajaannya. Dia menerima pembayaran sebesar 200 juta baht dari Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn sebagai imbalan atas pelepasan gelarnya. Uang tersebut dibayarkan dari Biro Properti Kerajaan, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kementerian Keuangan Thailand.
Setelah perceraian Srirasmi, sang ayah; Apiruj Suwadee, dan dan sang ibu; Wanthanee, ditangkap atas tuduhan lèse-majesté atau menodai citra keluarga kerajaan. Keduanya kemudian mengakui telah menyalahgunakan koneksi kerajaan mereka 12 tahun sebelumnya, yang menyebabkan mantan tetangga mereka dipenjara atas tuduhan penipuan.
Saudara-saudara Srirasmi, Mayor Natthapol Suwadee, Narong Suwadee, dan Sitthisak Suwadee juga dipenjara atas skandal serupa.
Setelah tersingkir dari keluarga kerajaan, Srirasmi memilih untuk menjalani kehidupan monastik sebagai maechi yang hidup sederhana. Banyak yang menganggap bahwa dia sebenarnya berada dalam tahanan rumah.
Meski sudah memberikan calon pewaris takhta, Srirasmi kehilangan segalanya—termasuk harapan menjadi ratu kerajaan Thailand karena telah didepak Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn yang sekarang berkuasa sebagai raja Thailand.
(mas)
Lihat Juga :