Aksi Pemerkosaan Marak, Liberia Nyatakan Darurat Nasional
Minggu, 13 September 2020 - 08:46 WIB
loading...
A
A
A
Tingginya tingkat pemerkosaan di Liberia yang miskin, dipaksa untuk menghadapi perang dan virus Ebola dalam beberapa tahun terakhir, telah menjadi perhatian yang sudah lama ada.
Sebuah laporan PBB pada tahun 2016 mencatat 803 kasus pemerkosaan tahun sebelumnya di negara berpenduduk 4,5 juta itu, dan menemukan bahwa hanya dua persen dari kasus kekerasan seksual yang mengarah ke hukuman.
Itu adalah akibat dari rasa impunitas dan warisan dari perang saudara selama 14 tahun antara tahun 1989 dan 2003, ketika pemerkosaan menjadi hal yang biasa, yang telah menciptakan masalah hingga saat ini.
Namun, insiden pemerkosaan tampaknya meningkat tajam tahun ini.(Baca: Nenek 86 Tahun Diperkosa Pemuda India: 'Saya seperti Nenekmu....' )
Margaret Taylor, direktur Jaringan Pemberdayaan Perempuan Liberia, mengatakan kepada AFP bulan lalu bahwa LSM-nya telah mencatat 600 kasus pemerkosaan antara bulan Juni dan Agustus.
Sebuah laporan PBB pada tahun 2016 mencatat 803 kasus pemerkosaan tahun sebelumnya di negara berpenduduk 4,5 juta itu, dan menemukan bahwa hanya dua persen dari kasus kekerasan seksual yang mengarah ke hukuman.
Itu adalah akibat dari rasa impunitas dan warisan dari perang saudara selama 14 tahun antara tahun 1989 dan 2003, ketika pemerkosaan menjadi hal yang biasa, yang telah menciptakan masalah hingga saat ini.
Namun, insiden pemerkosaan tampaknya meningkat tajam tahun ini.(Baca: Nenek 86 Tahun Diperkosa Pemuda India: 'Saya seperti Nenekmu....' )
Margaret Taylor, direktur Jaringan Pemberdayaan Perempuan Liberia, mengatakan kepada AFP bulan lalu bahwa LSM-nya telah mencatat 600 kasus pemerkosaan antara bulan Juni dan Agustus.
Lihat Juga :