Serangan Teroris Targetkan Sinagoge Inggris, 2 Tewas, Tersangka Bawa Bom
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 07:25 WIB
loading...
Dua orang tewas dalam serangan teroris yang menargetkan sinagoga di dekat Manchester, Inggris. Serangan terjadi pada Hari Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi. Foto/BBC
A
A
A
MANCHESTER - Dua orang tewas setelah seorang penyerang menabrakkan mobilnya ke pejalan kaki dan menikam seorang petugas keamanan di sekitar sinagoge di dekat Manchester, Inggris, pada Hari Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi. Polisi setempat menyatakan ini adalah serangan teroris.
Laurence Taylor, perwira kontra-terorisme, mengatakan polisi sudah mengetahui identitas tersangka, namun belum bisa diungkap.
Menurut Taylor, petugas polisi telah melakukan dua penangkapan, dan telah meningkatkan patroli di seluruh negeri.
Kepolisian Greater Manchester mengatakan tersangka, yang diyakini membawa bom, telah ditembak setelah para petugas bergegas ke lokasi kejadian di Sinagoge Jemaat Ibrani Heaton Park di distrik Crumpsall, Inggris utara.
Baca Juga: Pria Ini Ditangkap FBI karena Rencanakan Serangan Ala 9/11 di AS
Polisi merespons setelah seorang saksi mata mengatakan sebuah mobil menabrak warga dan seorang pria ditikam. Tersangka diyakini tewas, tetapi polisi tidak dapat memastikan hal ini karena masalah keamanan terkait barang-barang mencurigakan yang dibawanya, dan unit penjinak bom dipanggil ke lokasi kejadian.
Sebuah video yang dibagikan di media sosial dan diverifikasi oleh Reuters, Jumat (3/10/2025), menunjukkan polisi menembak seorang pria di dalam perimeter sinagoge, sementara seorang pria lain tergeletak di lantai berlumuran darah, tampak mengenakan penutup kepala tradisional Yahudi.
"Dia punya bom, pergi!" teriak seorang polisi bersenjata kepada orang-orang yang menonton sambil mencoba mengusir mereka.
Selain dua orang yang dipastikan tewas, tiga orang lainnya berada dalam kondisi luka serius.
Setelah serangan itu, polisi terlihat mengawal sekelompok besar pria lanjut usia yang sebagian besar Yahudi—beberapa menangis, banyak yang tampak terkejut—meninggalkan sinagoge. Beberapa mengenakan jubah putih, yang lain mengenakan jas dan kopiah.
"Saya sangat terkejut dengan serangan di sebuah sinagoge di Crumpsall," kata Perdana Menteri Keir Starmer saat dia bergegas meninggalkan pertemuan politik Eropa di Kopenhagen untuk kembali ke Inggris guna memimpin pertemuan darurat.
"Fakta bahwa ini terjadi pada Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi, membuatnya semakin mengerikan," kata Starmer.
Polisi mengatakan sejumlah besar orang sedang beribadah di dalam sinagoge pada saat itu dan bangunan tersebut telah dievakuasi.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang tanggap terhadap apa yang mereka saksikan sehingga memungkinkan kami untuk bertindak cepat, dan sebagai hasilnya, pelaku dicegah memasuki sinagoge," kata seorang juru bicara kepolisian.
Raja Charles dari Kerajaan Inggris mengatakan dia sangat terkejut dan sedih mendengar serangan itu. "Terutama di hari yang begitu penting bagi komunitas Yahudi," katanya.
Seorang tetangga, Chava Lewin, mengatakan dia diberitahu bahwa mobil tersangka melaju dengan tidak stabil sebelum menabrak gerbang sinagoge.
"Begitu dia keluar dari mobil, dia mulai menusuk siapa pun di dekatnya. Dia menghampiri petugas keamanan dan mencoba masuk ke sinagoge," ujarnya kepada media Inggris.
"Seseorang membarikade pintu. Semua orang sangat terkejut," ujarnya.
Starmer mengatakan bahwa polisi tambahan dikerahkan ke sinagoge-sinagoge di seluruh negeri, dan menambahkan: "Kami akan melakukan segalanya untuk menjaga keamanan komunitas Yahudi kami."
Yom Kippur adalah hari paling suci dalam kalender Yahudi ketika bahkan banyak pengunjung sinagoge yang tidak rutin meluangkan waktu untuk berdoa dan semua lalu lintas jalan berhenti di Israel.
Inggris melaporkan tahun terburuk kedua dalam sejarah modern untuk antisemitisme pada tahun 2024 dengan lebih dari 3.500 insiden tercatat, mencerminkan tingkat kebencian yang berkelanjutan terhadap orang Yahudi, menurut Community Security Trust, yang menyediakan keamanan bagi organisasi-organisasi Yahudi di seluruh Inggris, awal tahun ini.
Tingkat antisemitisme meningkat ke tingkat rekor setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 dan perang Israel berikutnya di Gaza yang telah menghancurkan daerah kantong Palestina tersebut.
Sejak serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, Inggris telah mengalami sejumlah serangan militan ekstremis, dengan yang terburuk adalah bom bunuh diri pada Juli 2005 di jaringan transportasi London yang menewaskan 52 orang.
Pada 2017, serangan bom bunuh diri mengguncang akhir konser pop Ariana Grande di Manchester, menewaskan 22 orang dan melukai ratusan lainnya.
Polisi Inggris dalam beberapa tahun terakhir juga telah memperingatkan tentang ancaman terorisme sayap kanan terorganisasi.
Laurence Taylor, perwira kontra-terorisme, mengatakan polisi sudah mengetahui identitas tersangka, namun belum bisa diungkap.
Menurut Taylor, petugas polisi telah melakukan dua penangkapan, dan telah meningkatkan patroli di seluruh negeri.
Kepolisian Greater Manchester mengatakan tersangka, yang diyakini membawa bom, telah ditembak setelah para petugas bergegas ke lokasi kejadian di Sinagoge Jemaat Ibrani Heaton Park di distrik Crumpsall, Inggris utara.
Baca Juga: Pria Ini Ditangkap FBI karena Rencanakan Serangan Ala 9/11 di AS
Polisi merespons setelah seorang saksi mata mengatakan sebuah mobil menabrak warga dan seorang pria ditikam. Tersangka diyakini tewas, tetapi polisi tidak dapat memastikan hal ini karena masalah keamanan terkait barang-barang mencurigakan yang dibawanya, dan unit penjinak bom dipanggil ke lokasi kejadian.
Sebuah video yang dibagikan di media sosial dan diverifikasi oleh Reuters, Jumat (3/10/2025), menunjukkan polisi menembak seorang pria di dalam perimeter sinagoge, sementara seorang pria lain tergeletak di lantai berlumuran darah, tampak mengenakan penutup kepala tradisional Yahudi.
"Dia punya bom, pergi!" teriak seorang polisi bersenjata kepada orang-orang yang menonton sambil mencoba mengusir mereka.
Selain dua orang yang dipastikan tewas, tiga orang lainnya berada dalam kondisi luka serius.
Setelah serangan itu, polisi terlihat mengawal sekelompok besar pria lanjut usia yang sebagian besar Yahudi—beberapa menangis, banyak yang tampak terkejut—meninggalkan sinagoge. Beberapa mengenakan jubah putih, yang lain mengenakan jas dan kopiah.
"Saya sangat terkejut dengan serangan di sebuah sinagoge di Crumpsall," kata Perdana Menteri Keir Starmer saat dia bergegas meninggalkan pertemuan politik Eropa di Kopenhagen untuk kembali ke Inggris guna memimpin pertemuan darurat.
"Fakta bahwa ini terjadi pada Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi, membuatnya semakin mengerikan," kata Starmer.
Polisi mengatakan sejumlah besar orang sedang beribadah di dalam sinagoge pada saat itu dan bangunan tersebut telah dievakuasi.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang tanggap terhadap apa yang mereka saksikan sehingga memungkinkan kami untuk bertindak cepat, dan sebagai hasilnya, pelaku dicegah memasuki sinagoge," kata seorang juru bicara kepolisian.
Raja Charles dari Kerajaan Inggris mengatakan dia sangat terkejut dan sedih mendengar serangan itu. "Terutama di hari yang begitu penting bagi komunitas Yahudi," katanya.
Seorang tetangga, Chava Lewin, mengatakan dia diberitahu bahwa mobil tersangka melaju dengan tidak stabil sebelum menabrak gerbang sinagoge.
"Begitu dia keluar dari mobil, dia mulai menusuk siapa pun di dekatnya. Dia menghampiri petugas keamanan dan mencoba masuk ke sinagoge," ujarnya kepada media Inggris.
"Seseorang membarikade pintu. Semua orang sangat terkejut," ujarnya.
Starmer mengatakan bahwa polisi tambahan dikerahkan ke sinagoge-sinagoge di seluruh negeri, dan menambahkan: "Kami akan melakukan segalanya untuk menjaga keamanan komunitas Yahudi kami."
Yom Kippur adalah hari paling suci dalam kalender Yahudi ketika bahkan banyak pengunjung sinagoge yang tidak rutin meluangkan waktu untuk berdoa dan semua lalu lintas jalan berhenti di Israel.
Inggris melaporkan tahun terburuk kedua dalam sejarah modern untuk antisemitisme pada tahun 2024 dengan lebih dari 3.500 insiden tercatat, mencerminkan tingkat kebencian yang berkelanjutan terhadap orang Yahudi, menurut Community Security Trust, yang menyediakan keamanan bagi organisasi-organisasi Yahudi di seluruh Inggris, awal tahun ini.
Tingkat antisemitisme meningkat ke tingkat rekor setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 dan perang Israel berikutnya di Gaza yang telah menghancurkan daerah kantong Palestina tersebut.
Sejak serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, Inggris telah mengalami sejumlah serangan militan ekstremis, dengan yang terburuk adalah bom bunuh diri pada Juli 2005 di jaringan transportasi London yang menewaskan 52 orang.
Pada 2017, serangan bom bunuh diri mengguncang akhir konser pop Ariana Grande di Manchester, menewaskan 22 orang dan melukai ratusan lainnya.
Polisi Inggris dalam beberapa tahun terakhir juga telah memperingatkan tentang ancaman terorisme sayap kanan terorganisasi.
(mas)
Lihat Juga :