Kolombia Usir Seluruh Diplomat Israel karena Zionis Cegat Armada Bantuan Gaza
Kamis, 02 Oktober 2025 - 07:26 WIB
loading...
Presiden Kolombia Gustavo Petro memutuskan akan mengusir seluruh diplomat Israel setelah pasukan Zionis mencegat armada bantuan Gaza. Foto/via Anadolu
A
A
A
BOGOTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro memutuskan akan mengusir seluruh diplomat Israel dari negara Amerika Latin tersebut. Ini sebagai protes setelah kapal perang Israel mencegat armada bantuan Gaza, Global Sumud Flotilla, dan menangkap para aktivis yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan tersebut.
Petro, yang sangat menentang perang brutal Israel di Jalur Gaza, mengatakan dua warga negara Kolombia yang berpartisipasi dalam armada tersebut ditahan oleh pasukan Israel.
“Jika informasi ini benar, ini adalah kejahatan internasional baru yang dilakukan Netanyahu,” tulis Petro di X, mengacu pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Kapal Perang Israel Cegat Armada Bantuan Gaza, Aktivis Greta Thunberg Ditangkap Lagi
“Kementerian Luar Negeri harus mengajukan semua tuntutan terkait, termasuk dalam sistem peradilan Israel. Saya mengundang pengacara internasional untuk mendukung Kolombia bersama pengacara kami," ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (2/10/2025).
“Seluruh delegasi diplomatik dari Israel akan meninggalkan Kolombia,” imbuh dia, mengonfirmasi keputusannya untuk mengusir pada diplomat Zionis.
Petro telah menjadi suara yang konsisten di panggung internasional yang menentang perang Israel di Gaza. Pada Mei lalu, dia mengatakan Kolombia akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.
Kolombia juga merupakan salah satu negara terkemuka yang mengorganisir Grup Den Haag—sebuah konsorsium internasional negara-negara yang menyerukan diakhirinya perang Israel.
Pekan lalu, di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Petro berbicara menentang Israel. Kemudian, dia menyampaikan dua pidato di New York, di mana dia menyerukan pembentukan tentara internasional untuk menentang pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Menanggapi komentar Petro di New York, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan mencabut visanya.
Sekadar diketahui, kapal perang Angkatan Laut Israel telah mencegat Global Sumud Flotilla pada hari Rabu. Sejumlah aktivis yang berada di dalam kapal bantuan tersebut, termasuk Greta Thunberg, kembali ditangkap pasukan Zionis.
Pencegatan terhadap Global Sumud Flotilla ini mengakhiri upaya terbarunya untuk mematahkan blokade Israel atas wilayah kantong Palestina yang dilanda perang tersebut.
Armada bantuan Gaza mengaku telah ditindak keras militer Israel. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengonfirmasi operasi militer itu.
Global Sumud Flotilla—yang melibatkan sekitar 45 kapal yang membawa politisi dan aktivis, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg—meninggalkan Spanyol bulan lalu, dengan tujuan untuk mematahkan blokade Israel atas Jalur Gaza, tempat PBB menyatakan kelaparan telah melanda.
"Sekitar pukul 20.30 waktu Gaza (17.30 GMT), beberapa kapal Global Sumud Flotilla, termasuk Alma, Sirius, dan Adara, dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional," kata armada tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis (2/10/2025).
"Selain intersepsi yang terkonfirmasi, siaran langsung dan komunikasi dengan beberapa kapal lain telah terputus," imbuh pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Israel menulis di X: "Beberapa kapal dari...armada telah dihentikan dengan selamat dan penumpangnya sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel."
"Greta dan teman-temannya selamat dan sehat," katanya, disertai video Thunberg yang sedang mengambil barang-barangnya.
Sebelumnya, Angkatan Laut Israel memperingatkan armada tersebut agar tidak memasuki perairan yang diblokade.
Spanyol dan Italia, yang keduanya mengirimkan kapal perang untuk mengawal armada bantuan Gaza, telah mendesak kapal-kapal bantuan tersebut untuk berhenti sebelum memasuki zona eksklusi Israel di lepas pantai Gaza.
Petro, yang sangat menentang perang brutal Israel di Jalur Gaza, mengatakan dua warga negara Kolombia yang berpartisipasi dalam armada tersebut ditahan oleh pasukan Israel.
“Jika informasi ini benar, ini adalah kejahatan internasional baru yang dilakukan Netanyahu,” tulis Petro di X, mengacu pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Kapal Perang Israel Cegat Armada Bantuan Gaza, Aktivis Greta Thunberg Ditangkap Lagi
“Kementerian Luar Negeri harus mengajukan semua tuntutan terkait, termasuk dalam sistem peradilan Israel. Saya mengundang pengacara internasional untuk mendukung Kolombia bersama pengacara kami," ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (2/10/2025).
“Seluruh delegasi diplomatik dari Israel akan meninggalkan Kolombia,” imbuh dia, mengonfirmasi keputusannya untuk mengusir pada diplomat Zionis.
Petro telah menjadi suara yang konsisten di panggung internasional yang menentang perang Israel di Gaza. Pada Mei lalu, dia mengatakan Kolombia akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.
Kolombia juga merupakan salah satu negara terkemuka yang mengorganisir Grup Den Haag—sebuah konsorsium internasional negara-negara yang menyerukan diakhirinya perang Israel.
Pekan lalu, di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Petro berbicara menentang Israel. Kemudian, dia menyampaikan dua pidato di New York, di mana dia menyerukan pembentukan tentara internasional untuk menentang pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Menanggapi komentar Petro di New York, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan mencabut visanya.
Sekadar diketahui, kapal perang Angkatan Laut Israel telah mencegat Global Sumud Flotilla pada hari Rabu. Sejumlah aktivis yang berada di dalam kapal bantuan tersebut, termasuk Greta Thunberg, kembali ditangkap pasukan Zionis.
Pencegatan terhadap Global Sumud Flotilla ini mengakhiri upaya terbarunya untuk mematahkan blokade Israel atas wilayah kantong Palestina yang dilanda perang tersebut.
Armada bantuan Gaza mengaku telah ditindak keras militer Israel. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengonfirmasi operasi militer itu.
Global Sumud Flotilla—yang melibatkan sekitar 45 kapal yang membawa politisi dan aktivis, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg—meninggalkan Spanyol bulan lalu, dengan tujuan untuk mematahkan blokade Israel atas Jalur Gaza, tempat PBB menyatakan kelaparan telah melanda.
"Sekitar pukul 20.30 waktu Gaza (17.30 GMT), beberapa kapal Global Sumud Flotilla, termasuk Alma, Sirius, dan Adara, dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional," kata armada tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis (2/10/2025).
"Selain intersepsi yang terkonfirmasi, siaran langsung dan komunikasi dengan beberapa kapal lain telah terputus," imbuh pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Israel menulis di X: "Beberapa kapal dari...armada telah dihentikan dengan selamat dan penumpangnya sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel."
"Greta dan teman-temannya selamat dan sehat," katanya, disertai video Thunberg yang sedang mengambil barang-barangnya.
Sebelumnya, Angkatan Laut Israel memperingatkan armada tersebut agar tidak memasuki perairan yang diblokade.
Spanyol dan Italia, yang keduanya mengirimkan kapal perang untuk mengawal armada bantuan Gaza, telah mendesak kapal-kapal bantuan tersebut untuk berhenti sebelum memasuki zona eksklusi Israel di lepas pantai Gaza.
(mas)
Lihat Juga :