Kolombia Usir Seluruh Diplomat Israel karena Zionis Cegat Armada Bantuan Gaza
Kamis, 02 Oktober 2025 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Pekan lalu, di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Petro berbicara menentang Israel. Kemudian, dia menyampaikan dua pidato di New York, di mana dia menyerukan pembentukan tentara internasional untuk menentang pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Menanggapi komentar Petro di New York, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan mencabut visanya.
Sekadar diketahui, kapal perang Angkatan Laut Israel telah mencegat Global Sumud Flotilla pada hari Rabu. Sejumlah aktivis yang berada di dalam kapal bantuan tersebut, termasuk Greta Thunberg, kembali ditangkap pasukan Zionis.
Pencegatan terhadap Global Sumud Flotilla ini mengakhiri upaya terbarunya untuk mematahkan blokade Israel atas wilayah kantong Palestina yang dilanda perang tersebut.
Armada bantuan Gaza mengaku telah ditindak keras militer Israel. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengonfirmasi operasi militer itu.
Global Sumud Flotilla—yang melibatkan sekitar 45 kapal yang membawa politisi dan aktivis, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg—meninggalkan Spanyol bulan lalu, dengan tujuan untuk mematahkan blokade Israel atas Jalur Gaza, tempat PBB menyatakan kelaparan telah melanda.
"Sekitar pukul 20.30 waktu Gaza (17.30 GMT), beberapa kapal Global Sumud Flotilla, termasuk Alma, Sirius, dan Adara, dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional," kata armada tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis (2/10/2025).
Menanggapi komentar Petro di New York, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan mencabut visanya.
Sekadar diketahui, kapal perang Angkatan Laut Israel telah mencegat Global Sumud Flotilla pada hari Rabu. Sejumlah aktivis yang berada di dalam kapal bantuan tersebut, termasuk Greta Thunberg, kembali ditangkap pasukan Zionis.
Pencegatan terhadap Global Sumud Flotilla ini mengakhiri upaya terbarunya untuk mematahkan blokade Israel atas wilayah kantong Palestina yang dilanda perang tersebut.
Armada bantuan Gaza mengaku telah ditindak keras militer Israel. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengonfirmasi operasi militer itu.
Global Sumud Flotilla—yang melibatkan sekitar 45 kapal yang membawa politisi dan aktivis, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg—meninggalkan Spanyol bulan lalu, dengan tujuan untuk mematahkan blokade Israel atas Jalur Gaza, tempat PBB menyatakan kelaparan telah melanda.
"Sekitar pukul 20.30 waktu Gaza (17.30 GMT), beberapa kapal Global Sumud Flotilla, termasuk Alma, Sirius, dan Adara, dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional," kata armada tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis (2/10/2025).
Lihat Juga :