Mesir Murka Trump Kesampingkan Otoritas Palestina dalam Rencana Perdamaian Gaza
Rabu, 01 Oktober 2025 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
"ISF akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir untuk membantu mengamankan wilayah perbatasan, bersama dengan pasukan polisi Palestina yang baru dilatih. Hal ini penting untuk mencegah amunisi memasuki Gaza dan memfasilitasi arus barang yang cepat dan aman untuk membangun kembali dan merevitalisasi Gaza," papar rencana Trump tersebut.
"Trump menyebut Mesir sebagai bagian integral dari rencana perdamaiannya, tetapi tidak terpikir untuk memeriksa apakah persyaratannya dapat diterima," ungkap pejabat Arab tersebut kepada MEE. "Bukan awal yang baik."
Hubungan antara Mesir dan Israel telah renggang selama beberapa waktu. Mesir menentang keputusan Israel untuk menginvasi kota Rafah di perbatasan selatan Gaza tahun lalu dan merasa terganggu oleh lobi Israel agar Israel menerima pengungsi paksa warga Palestina. Israel menuduh Mesir melakukan militerisasi di Semenanjung Sinai.
Beberapa pejabat Arab mengatakan hubungan antara AS dan Mesir juga terdampak oleh dukungan tanpa syarat Trump terhadap Israel, tetapi beberapa pejabat AS membantahnya kepada MEE.
Pada hari Selasa, New York Times melaporkan pejabat Mesir meminta Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, membatalkan rencana perjalanannya ke Mesir guna membahas Gaza.
AS memiliki seorang duta besar di Mesir, yaitu Pejabat Dinas Luar Negeri karier, Herro Mustafa Garg.
Meskipun demikian, Mesir dan Yordania telah bekerja sama dengan AS untuk meningkatkan pelatihan keamanan bagi pasukan keamanan Palestina.
Kantor Koordinator Keamanan AS (USSC) Departemen Luar Negeri AS mengelola hubungan militer dengan Otoritas Palestina.
Ironisnya, bahkan ketika Trump melancarkan serangan diplomatik terhadap PA yang sedang berjuang, AS justru memperdalam pelatihan keamanan bagi pasukannya, baik di Mesir maupun Yordania.
"Trump menyebut Mesir sebagai bagian integral dari rencana perdamaiannya, tetapi tidak terpikir untuk memeriksa apakah persyaratannya dapat diterima," ungkap pejabat Arab tersebut kepada MEE. "Bukan awal yang baik."
Hubungan antara Mesir dan Israel telah renggang selama beberapa waktu. Mesir menentang keputusan Israel untuk menginvasi kota Rafah di perbatasan selatan Gaza tahun lalu dan merasa terganggu oleh lobi Israel agar Israel menerima pengungsi paksa warga Palestina. Israel menuduh Mesir melakukan militerisasi di Semenanjung Sinai.
Beberapa pejabat Arab mengatakan hubungan antara AS dan Mesir juga terdampak oleh dukungan tanpa syarat Trump terhadap Israel, tetapi beberapa pejabat AS membantahnya kepada MEE.
Pada hari Selasa, New York Times melaporkan pejabat Mesir meminta Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, membatalkan rencana perjalanannya ke Mesir guna membahas Gaza.
AS memiliki seorang duta besar di Mesir, yaitu Pejabat Dinas Luar Negeri karier, Herro Mustafa Garg.
Meskipun demikian, Mesir dan Yordania telah bekerja sama dengan AS untuk meningkatkan pelatihan keamanan bagi pasukan keamanan Palestina.
Kantor Koordinator Keamanan AS (USSC) Departemen Luar Negeri AS mengelola hubungan militer dengan Otoritas Palestina.
Ironisnya, bahkan ketika Trump melancarkan serangan diplomatik terhadap PA yang sedang berjuang, AS justru memperdalam pelatihan keamanan bagi pasukannya, baik di Mesir maupun Yordania.
Lihat Juga :