Respons Proposal Damai Trump untuk Gaza, Menlu Pakistan: Ini Bukan Dokumen Kami

Rabu, 01 Oktober 2025 - 09:45 WIB
loading...
Respons Proposal Damai...
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers bersama PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A A A
ISLAMABAD - Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan rencana 20 poin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza itu "bukan dokumen kami." Pernyataan itu muncul seiring berbagai respons atas usulan Trump tersebut.

"Ini bukan dokumen kami, yang kami kirimkan kepada mereka. Ada beberapa area kunci yang ingin kami bahas... Jika tidak dibahas, akan dibahas," ujar dia.

Dia menambahkan, “Tujuan langsung dari rencana tersebut adalah untuk memastikan gencatan senjata, menghentikan pertumpahan darah, membiarkan bantuan kemanusiaan mengalir, dan mengakhiri pengungsian paksa."

Dar saat berpidato dalam konferensi pers di ibu kota Islamabad pada Selasa (30/9/2025) menjelaskan, “Anggaplah pengumuman Trump tentang rencana 20 poin tersebut sebagai pengumuman dari pihak mereka."

"Kami telah mengeluarkan pernyataan bersama atas nama delapan negara. Kami memiliki ini. Jika ada perbedaan di mana pun, kami akan mematuhinya — kami berkomitmen untuk ini," ujarnya, merujuk pada pernyataan bersama yang dikeluarkan delapan negara Muslim yang mendukung rencana Trump.

Para pemimpin Turki, Pakistan, Arab Saudi, Qatar, UEA, Mesir, Yordania, dan Indonesia mengadakan pertemuan dengan Trump di sela-sela sidang Majelis Umum PBB, di mana presiden AS membahas rencananya untuk mengakhiri serangan Israel di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved