Pernah Pengalaman Jadi Negara Jajahan, Palestina Sangat Penting di Irlandia?

Rabu, 01 Oktober 2025 - 17:35 WIB
loading...
A A A
Irlandia mengalami tujuh abad pemerintahan di bawah kekuasaan Inggris, yang dimulai dengan invasi Anglo-Norman pada abad ke-12 dan berlanjut hingga pembentukan Negara Bebas Irlandia pada tahun 1922.

"Sejarah kita sendiri tentang ... penjajahan Inggris yang penuh kekerasan, memberi kita semacam empati yang hampir alami terhadap bangsa-bangsa terjajah lainnya," kata Brendan CiarĂ¡n Browne.

Dari tahun 1845 hingga 1852, Irlandia mengalami pemindahan paksa dan Kelaparan Besar, yang dikenal dalam bahasa Irlandia sebagai "an Drochshaol" atau "masa-masa sulit", yang menewaskan lebih dari satu juta orang Irlandia dari populasi delapan juta jiwa.

Kerusuhan ini dipicu oleh kerusakan tanaman kentang akibat penyakit busuk daun dan diperparah oleh kurangnya dukungan atau strategi bantuan dari London.

"Hukum dan adat istiadat, warisan, seni, dan bahasa masyarakat adat telah dihapus atau diupayakan untuk dihapus melalui kekerasan kolonial. Dan ini juga merupakan sesuatu yang dialami oleh orang-orang Palestina," kata Browne.

Ada juga Black and Tans, korps veteran Perang Dunia I yang diintegrasikan ke dalam kepolisian Inggris sejak tahun 1920 untuk melawan penjajahan Irlandia, pejuang kemerdekaan, dan dinyatakan bertanggung jawab atas berbagai tindak kekerasan terhadap warga sipil.

Ketika Negara Bebas Irlandia merdeka pada tahun 1922, beberapa perwira Black and Tans dikerahkan ke Mandat Palestina di Britania, di mana mereka meniru bentuk-bentuk penyiksaan dan kebrutalan polisi yang pernah terjadi di Irlandia.

Tokoh-tokoh Inggris memainkan peran penting dalam sejarah Irlandia dan Palestina. Pada tahun 1917, Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour, menerbitkan sebuah surat yang menyatakan bahwa Britania Raya mendukung pembentukan negara Yahudi di Palestina.

Oleh karena itu, Deklarasi Balfour dianggap sebagai langkah krusial menuju pembentukan Negara Israel pada tahun 1948. Sebelumnya menjabat sebagai menteri luar negeri Irlandia dan kemudian perdana menteri Inggris, ia menentang Home Rule, sebuah proyek yang diprakarsai oleh kaum nasionalis Irlandia yang mendukung otonomi Irlandia, sehingga ia dijuluki "Bloody Balfour" karena tindakan represifnya yang brutal terhadap gerakan nasionalis Irlandia.

Dukungan Dublin untuk perjuangan Palestina juga sebagian dapat dijelaskan oleh pengalamannya dalam proses perdamaian di Irlandia Utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Kronologi Temon Meninggal...
Kronologi Temon Meninggal Dunia, Anak Ungkap Riwayat Penyakit hingga Pesan Terakhir Sang Ayah
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved