Pernah Pengalaman Jadi Negara Jajahan, Palestina Sangat Penting di Irlandia?

Rabu, 01 Oktober 2025 - 17:35 WIB
loading...
Pernah Pengalaman Jadi...
Irlandia selalu mendukung Palestina. Foto/X
A A A
DUBLIN - Para ahli mengatakan kepada Euronews bahwa posisi pro- Palestina Dublin berakar pada pengalaman Irlandia di bawah pendudukan Inggris dan kebijakan anti-kolonial. Itu dibuktikan dengan Irlandia mengancam akan mundur dari Kontes Lagu Eurovision jika pencalonan Israel tetap dilanjutkan.

"RTÉ yakin bahwa partisipasi Irlandia tidak dapat diterima mengingat banyaknya korban jiwa yang terus berlanjut di Gaza", demikian pernyataan penyiar publik Irlandia dalam siaran pers pada 12 September.

Pernah Pengalaman Jadi Negara Jajahan, Palestina Sangat Penting di Irlandia?

1. Palestina Hidup dalam Sistem Apartheid

Langkah ini merupakan yang terbaru dari serangkaian demonstrasi, boikot, dan seruan sanksi, karena mayoritas rakyat Irlandia tetap sangat mendukung Palestina dan kritis terhadap Israel.

71% responden survei meyakini bahwa warga Palestina hidup dalam sistem apartheid yang diberlakukan oleh Israel, menurut jajak pendapat yang dilakukan pada November 2023 terhadap sampel representatif 1.387 orang dan margin kesalahan 2,7% oleh lembaga survei Ireland Thinks yang mewakili Kampanye Anti-Apartheid Irlandia untuk Palestina (IAACP), sebuah koalisi yang terdiri dari 23 organisasi masyarakat sipil Irlandia.

Sentimen pro-Palestina ini hadir di seluruh spektrum politik, sebagaimana ditunjukkan oleh survei IAACP lainnya dari tahun 2024.

Di antara mereka yang disurvei, pendukung dua partai besar, Fianna Fáil yang berhaluan tengah (71%) dan Fine Gael yang berhaluan kanan-tengah (56%), setuju dengan pernyataan bahwa warga Palestina hidup dalam sistem apartheid yang dibangun oleh Israel.

2. Sangat Populer di Pendukung Sayap Kiri

Tren ini lebih menonjol di kalangan kiri, di antara pendukung partai People Before Profit–Solidarity yang berhaluan kiri ekstrem (100%), Partai Buruh (90%), dan Partai Sosial Demokrat (86%). Sebaliknya, hanya pendukung partai konservatif Aontú yang tidak sependapat (41% mendukung).

Penggunaan istilah apartheid dalam konteks Palestina mengacu pada sistem pendudukan dan segregasi warga Palestina yang diberlakukan oleh Israel sejak 1967, yang ditentang oleh Israel.

Sementara itu, Irlandia secara resmi mengakui Negara Palestina pada 28 Mei 2024, bersama Norwegia dan Spanyol, sebuah langkah yang dikecam oleh Israel saat itu.

Meskipun Dublin tetap menjadi salah satu pendukung setia Palestina di Uni Eropa, penting untuk diingat bahwa negara-negara Eropa lainnya telah mendahului mosi pengakuannya.

Negara-negara Pakta Warsawa seperti Hongaria, Polandia, dan Bulgaria, misalnya, mengakui Palestina pada tahun 1988, jauh sebelum bergabung dengan Uni Eropa. Hingga saat ini, 16 dari 27 negara Uni Eropa mengakui negara Palestina.

Baca Juga: 10 Raja yang Memiliki Banyak Istri, dari Raja Sulaiman hingga Firaun

4. Merasa Senasib karena Pernah Jadi Negara Jajahan

Dukungan Irlandia untuk perjuangan Palestina berakar pada paralel dengan pengalaman mereka sendiri selama pendudukan Inggris, menurut Brendan Ciarán Browne, profesor madya di Trinity College Dublin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved