Dimatikan Taliban, Afghanistan Kiamat Internet 2 Hari Berturut-turut
Selasa, 30 September 2025 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa menit sebelum kejadian, seorang pejabat pemerintah mengatakan AFP bahwa jaringan serat optik akan terputus, yang juga akan memengaruhi layanan ponsel.
“Delapan hingga sembilan ribu pilar telekomunikasi akan terputus," kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa pemadaman akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut.
“Tidak ada cara atau sistem lain untuk berkomunikasi...sektor perbankan, bea cukai, semuanya di seluruh negeri akan terdampak,” imbuh pejabat tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.
Netblocks, sebuah organisasi pengawas yang memantau keamanan siber dan tata kelola internet, mengatakan pemadaman internet tersebut tampaknya konsisten dengan pemutusan layanan yang disengaja.
AFP melaporkan pihaknya kehilangan semua kontak dengan bironya di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, sekitar pukul 17.45 (13.15 GMT).
"Karena pemadaman ini, saya benar-benar terputus dari keluarga saya di Kabul," kata seorang warga Afghanistan berusia 40 tahun yang tinggal di Oman kepada AFP melalui pesan teks, meminta untuk tidak disebutkan namanya.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya benar-benar khawatir," ujarnya.
“Delapan hingga sembilan ribu pilar telekomunikasi akan terputus," kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa pemadaman akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut.
“Tidak ada cara atau sistem lain untuk berkomunikasi...sektor perbankan, bea cukai, semuanya di seluruh negeri akan terdampak,” imbuh pejabat tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.
Netblocks, sebuah organisasi pengawas yang memantau keamanan siber dan tata kelola internet, mengatakan pemadaman internet tersebut tampaknya konsisten dengan pemutusan layanan yang disengaja.
AFP melaporkan pihaknya kehilangan semua kontak dengan bironya di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, sekitar pukul 17.45 (13.15 GMT).
"Karena pemadaman ini, saya benar-benar terputus dari keluarga saya di Kabul," kata seorang warga Afghanistan berusia 40 tahun yang tinggal di Oman kepada AFP melalui pesan teks, meminta untuk tidak disebutkan namanya.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya benar-benar khawatir," ujarnya.
Lihat Juga :