Dimatikan Taliban, Afghanistan Kiamat Internet 2 Hari Berturut-turut

Selasa, 30 September 2025 - 14:12 WIB
loading...
A A A
Layanan telepon seringkali dialihkan melalui internet, berbagi jalur serat optik yang sama, terutama di negara-negara dengan infrastruktur telekomunikasi terbatas.

Selama beberapa minggu terakhir, koneksi internet sangat lambat atau terputus-putus.

Pada 16 September, juru bicara provinsi Balkh, Attaullah Zaid, mengatakan internet serat optik dilarang sepenuhnya di provinsi utara tersebut atas perintah pemimpin Taliban.

"Langkah ini diambil untuk mencegah kejahatan, dan opsi alternatif akan diterapkan di seluruh negeri untuk memenuhi kebutuhan konektivitas," tulisnya di media sosial.

Saat itu, koresponden AFP melaporkan pembatasan yang sama di provinsi utara Badakhshan dan Takhar, serta di Kandahar, Helmand, Nangarhar, dan Uruzgan di selatan.

Pada tahun 2024, Kabul telah menggembar-gemborkan jaringan serat optik sepanjang 9.350 kilometer (5.800 mil)—sebagian besar dibangun oleh pemerintah-pemerintah sebelumnya yang didukung Amerika Serikat—sebagai "prioritas" untuk mendekatkan negara itu dengan dunia luar dan mengangkatnya keluar dari kemiskinan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Ceramah di Sekolah Alazka,...
Ceramah di Sekolah Alazka, KH Anwar Zahid Minta Orang Tua Dampingi Anak Main HP
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Berita Terkini
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved