AS Hendak Pasok Rudal Tomahawk ke Ukraina untuk Invasi Balik Rusia, Kremlin Peringatkan Risikonya

Selasa, 30 September 2025 - 09:14 WIB
loading...
AS Hendak Pasok Rudal...
Kremlin peringatkan risiko eskalasi tajam jika AS benar-benar memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina untuk menginvasi balik Rusia. Foto/APDR
A A A
MOSKOW - Amerika Serikat (AS) telah mempertimbangkan untuk memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina guna menginvasi balik Rusia. Kremlin merespons dengan memperingatkan risiko esklasi tajam jika Washington terlibat langsung dalam operasional senjata itu di Ukraina.

Moskow menyatakan bahwa militernya sedang menganalisis apakah AS benar-benar akan memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina untuk serangan jauh ke dalam wilayah Rusia.

Pada hari Minggu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk mendapatkan rudal jelajah Tomahawk.

Baca Juga: AS Pertimbangkan Pasok Rudal Tomahawk ke Ukraina, Perang Melawan Rusia Makin Panas

Presiden AS Donald Trump belum membuat keputusan akhir, dan dia berhati-hati untuk meningkatkan perang Ukraina menjadi konfrontasi langsung dengan Rusia.

Namun, fakta bahwa dia sekarang mempertimbangkan langkah tersebut menunjukkan tingkat frustrasinya terhadap penolakan Presiden Vladimir Putin untuk menyetujui gencatan senjata sejak dia menjamu pemimpin Rusia tersebut pada pertemuan puncak di Alaska bulan lalu.

Rudal jelajah Tomahawk memiliki jangkauan 2.500 km (1.550 mil)—cukup jauh untuk mencapai Moskow dan sebagian besar wilayah Rusia di bagian Eropa jika ditembakkan dari Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan para pejabat Kremlin pekan lalu bahwa mereka harus mengetahui lokasi tempat perlindungan bom.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved