5 Negara Paling Work–Life Balance di Dunia, Indonesia Bisa Mencontoh
Senin, 29 September 2025 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Jerman naik peringkat berkat fokus pada efisiensi, peningkatan statutory sick pay dan budaya kerja yang mendorong produktivitas dalam jam kerja yang lebih singkat.
Jerman juga menunjukkan bahwa pengaturan jam kerja dan proteksi sosial dapat menciptakan hasil kesejahteraan tinggi sekaligus mempertahankan output ekonomi.
Yang bisa dicontoh dari Jerman adalah investasi pada proteksi sosial dan kebijakan fleksibilitas—misalnya opsi kerja paruh waktu berkualitas—bisa menurunkan jam kerja total tanpa mengorbankan produktivitas.
Norwegia menonjol karena jam kerja singkat, kebijakan parental leave yang kuat, serta tingkat kebahagiaan publik dan keselamatan yang tinggi.
Negara-negara Nordik secara umum menunjukkan korelasi kuat antara kebijakan kesejahteraan universal dan keseimbangan hidup-kerja yang baik.
Yang bisa dicontoh dari Norwegia adalah model kesejahteraan universal (kesehatan, pendidikan, cuti dan layanan anak) memang mahal, tetapi menghasilkan stabilitas sosial yang mendukung work–life balance.
Sumber: Diolah dari data Remote, OECD, dan InterNations.
Jerman juga menunjukkan bahwa pengaturan jam kerja dan proteksi sosial dapat menciptakan hasil kesejahteraan tinggi sekaligus mempertahankan output ekonomi.
Yang bisa dicontoh dari Jerman adalah investasi pada proteksi sosial dan kebijakan fleksibilitas—misalnya opsi kerja paruh waktu berkualitas—bisa menurunkan jam kerja total tanpa mengorbankan produktivitas.
5. Norwegia
•Skor indeks: 74.20Norwegia menonjol karena jam kerja singkat, kebijakan parental leave yang kuat, serta tingkat kebahagiaan publik dan keselamatan yang tinggi.
Negara-negara Nordik secara umum menunjukkan korelasi kuat antara kebijakan kesejahteraan universal dan keseimbangan hidup-kerja yang baik.
Yang bisa dicontoh dari Norwegia adalah model kesejahteraan universal (kesehatan, pendidikan, cuti dan layanan anak) memang mahal, tetapi menghasilkan stabilitas sosial yang mendukung work–life balance.
Sumber: Diolah dari data Remote, OECD, dan InterNations.
(mas)
Lihat Juga :