Ini Rincian Lengkap Proposal 21 Poin Trump untuk Gaza: Israel Hengkang, Hamas Lucuti Senjata
Senin, 29 September 2025 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, gagasan Negara Palestina di masa depan juga menyimpang dari kebijakan Trump karena pemerintahannya tidak pernah mendukung solusi dua negara.
Proposal tersebut juga memiliki poin-poin yang menguntungkan bagi Israel, seperti komitmen Hamas untuk melucuti senjata, demiliterisasi Gaza, dan membangun proses deradikalisasi penduduk.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak pernah berkampanye untuk solusi dua negara dan mengatakan kepada Majelis Umum PBB pada hari Jumat, "Memberi Palestina sebuah negara satu mil dari Yerusalem setelah 7 Oktober sama seperti memberi al-Qaeda sebuah negara satu mil dari New York City setelah 11 September. Ini benar-benar gila. Ini gila, dan kami tidak akan melakukannya...Israel tidak akan membiarkan Anda memaksakan negara teror ke dalam tenggorokan kami."
Meskipun demikian, Trump tampak optimistis pada hari Jumat ketika dia mengatakan bahwa kesepakatan dapat tercapai.
Dia menulis di Truth Social, "Negosiasi intensif telah berlangsung selama empat hari dan akan terus berlanjut selama diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang berhasil diselesaikan."
"Semua negara di kawasan ini terlibat, Hamas sangat menyadari diskusi ini, dan Israel telah diberitahu di semua tingkatan, termasuk Bibi Netanyahu," imbuh dia merujuk pada sapaan untuk PM Israel, seperti dikutip dari NDTV, Senin (29/9/2025).
Proposal tersebut juga memiliki poin-poin yang menguntungkan bagi Israel, seperti komitmen Hamas untuk melucuti senjata, demiliterisasi Gaza, dan membangun proses deradikalisasi penduduk.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak pernah berkampanye untuk solusi dua negara dan mengatakan kepada Majelis Umum PBB pada hari Jumat, "Memberi Palestina sebuah negara satu mil dari Yerusalem setelah 7 Oktober sama seperti memberi al-Qaeda sebuah negara satu mil dari New York City setelah 11 September. Ini benar-benar gila. Ini gila, dan kami tidak akan melakukannya...Israel tidak akan membiarkan Anda memaksakan negara teror ke dalam tenggorokan kami."
Meskipun demikian, Trump tampak optimistis pada hari Jumat ketika dia mengatakan bahwa kesepakatan dapat tercapai.
Dia menulis di Truth Social, "Negosiasi intensif telah berlangsung selama empat hari dan akan terus berlanjut selama diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang berhasil diselesaikan."
"Semua negara di kawasan ini terlibat, Hamas sangat menyadari diskusi ini, dan Israel telah diberitahu di semua tingkatan, termasuk Bibi Netanyahu," imbuh dia merujuk pada sapaan untuk PM Israel, seperti dikutip dari NDTV, Senin (29/9/2025).
Lihat Juga :