Pakar Dunia Tinjau Perkembangan Pusat Peradaban Islam: Landmark Baru di Uzbekistan bagi Warisan Budaya dan Pencerahan Intelektual

Sabtu, 27 September 2025 - 19:42 WIB
loading...
A A A
Ditampilkan di dalam aula segi delapan di bawah kubah utama setinggi 65 meter, ruang ini akan menjadi pusat yang menciptakan suasana sakral bagi seluruh museum, juga sebagai tempat yang merefleksikan iman, ilmu pengetahuan, dan pencerahan. Mengelilingi ruang inti yang sakral ini, akan ada empat galeri tematik yang menyajikan kisah dan pengetahuan dari berbagai perspektif.

•Warisan Pra-Islam

Menelusuri jejak peradaban kuno dari Khwarezm, Bactria, Sogdiana, hingga Chach (abad ke-6 SM), bagian ini memperkenalkan proses urbanisasi awal, kemajuan metalurgi, serta warisan spiritual seperti tradisi Zoroastrian yang mewarnai kehidupan masyarakat kala itu.

•Renaisans Pertama (abad ke-8 hingga abad ke-13)

Bagian ini menampilkan masa keemasan luar biasa ketika para cendekiawan seperti al-Khwarizmi, al-Fergani, Ibn Sina, dan al-Biruni membawa terobosan besar dalam matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Penemuan mereka menjadi landasan ilmu pengetahuan bagi generasi berikutnya di seluruh dunia.

Pada periode ini pula, ilmu hadis dan teologi Islam berkembang pesat, membentuk kehidupan spiritual dan intelektual kawasan ini. Tokoh-tokoh besar seperti Imam al-Bukhari dan Imam at-Tirmidhi menghimpun serta menyusun hadis-hadis sahih Nabi Muhammad SAW, yang kemudian menjadi pijakan bagi pemikiran hukum dan etika Islam. Para teolog seperti al-Maturidi mengembangkan ilmu kalam (teologi rasional yang memadukan iman dan akal) dan meletakkan dasar aliran pemikiran yang berpengaruh hingga kini.

•Renaisans Kedua (abad ke-15)

Era Timuriyah kembali dihidupkan melalui galeri yang merekonstruksi observatorium Ulugh Beg dan menghadirkan kisah para ilmuwan serta filsuf besar yang memberi sumbangan penting bagi sejarah peradaban. Proyeksi digital akan menonjolkan peran Samarkand sebagai pusat intelektual dunia Islam pada masanya.

•Uzbekistan Modern

Era fondasi bagi kebangkitan baru (renaissance) yang tengah lahir memadukan warisan sejarah, program reformasi visioner Presiden Mirziyoyev, serta arah strategis baru bagi negara ini. Semuanya hadir untuk menampilkan kemajuan dalam pendidikan, dialog antar agama, dan pembangunan berkelanjutan. Di sini, sejarah bertemu inovasi, merefleksikan visi Uzbekistan yang ingin membangun masa depan berpusat pada manusia dan penuh terobosan.

Pembukaan Pusat Peradaban Islam (CIC) pada musim gugur ini menjadi puncak dari rangkaian panjang upaya Uzbekistan memulangkan kembali warisan budayanya dari berbagai penjuru dunia. Seluruh kisah repatriasi ini akan ditampilkan secara luas di pusat tersebut.

Musim panas lalu, Uzbekistan berhasil membawa pulang fragmen Al-Qur’an Kufi abad ke-9, keramik era Timuriyah, serta naskah asli karya Ibnu Sina dan al-Biruni yang sebelumnya berada di sebuah koleksi pribadi Eropa. Koleksi lain yang kembali diperoleh termasuk belati India, gagang giok, kain langka Sogdiana yang kini menjadi koleksi terbesar di dunia, serta koleksi koin Asia Tengah terbesar di dunia. Di antaranya juga terdapat 21 potongan kain dengan berbagai ukuran, empat jubah lengkap, serta bejana perak indah hasil karya pengrajin Sogdiana.

Pada bulan Mei, CIC juga berhasil memulangkan koleksi perhiasan Seljuk dari London, yang sebelumnya hilang dan sempat akan dilelang di rumah lelang Christie’s. Koleksi langka ini terdiri atas 35 perhiasan seperti cincin, anting, gelang, rantai, dan kait yang dibuat dengan keterampilan luar biasa. Benda-benda ini akan dipamerkan bersama miniatur “Masnavi” karya Rumi, pakaian pribadi, dan senjata para keturunan Babur, termasuk mantel milik Babur sendiri yang dihiasi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved