Pakar Dunia Tinjau Perkembangan Pusat Peradaban Islam: Landmark Baru di Uzbekistan bagi Warisan Budaya dan Pencerahan Intelektual
Sabtu, 27 September 2025 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Komunitas ilmiah internasional mengapresiasi peran penting Presiden Mirziyoyev, yang pada tahun 2017 untuk pertama kalinya menyampaikan gagasan pendirian Pusat Peradaban Islam di mimbar PBB dan pada 24 September 2025, di Sidang Umum PBB di New York, beliau kembali menegaskan rencana pembukaan pusat ini.
“Langkah ini menunjukkan komitmen Presiden untuk menepati janji dan perhatiannya yang konsisten terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Ini juga membuka peluang dialog dan kerja sama internasional,” ujar Firdavs Abdukhalikov, Direktur Jenderal CIC.
“Kontribusi ini tidak ternilai harganya bagi pelestarian dan penelitian warisan budaya Uzbekistan serta akan menginspirasi bangsa kita selama berabad-abad,” tambahnya.
Pusat Peradaban Islam akan dilengkapi perpustakaan modern, laboratorium restorasi, serta arsip digital dengan 25.000 unit koleksi, memungkinkan para peneliti melakukan riset baru berbasis sumber-sumber yang untuk pertama kalinya dikumpulkan di satu tempat. Selain itu, museum anak pertama di kawasan ini akan menghidupkan sejarah melalui pengalaman interaktif berupa “potret hidup” para pemikir besar yang dapat “menjawab” pertanyaan pengunjung.
“Pusat Peradaban Islam menempatkan Uzbekistan sejajar dengan institusi budaya paling bergengsi di dunia. Seperti Louvre di Paris, ia akan menjadi simbol kebanggaan nasional. Seperti Smithsonian Institution di Washington, ia menggabungkan museum dan pusat riset berskala besar. Dan seperti Institut Dunia Arab di Paris, ia memperlihatkan peradaban Islam sebagai kekuatan kreatif dan penuh dialog,” ujar Abdukhalikov.
“Namun CIC akan tetap unik, memadukan museum, ilmu pengetahuan, teknologi inovatif, perpustakaan, dan pusat pendidikan dalam satu ruang di jantung dunia Islam. Ia akan menginspirasi generasi baru peneliti, ilmuwan, dan pemikir,” tambahnya.
Museum utamanya mencakup area sekitar 15.000 meter persegi. Selain ruang pameran, pusat ini juga dilengkapi pusat penelitian, laboratorium restorasi, dan fasilitas digitalisasi data untuk mendukung riset dan pelestarian warisan budaya.
“Langkah ini menunjukkan komitmen Presiden untuk menepati janji dan perhatiannya yang konsisten terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Ini juga membuka peluang dialog dan kerja sama internasional,” ujar Firdavs Abdukhalikov, Direktur Jenderal CIC.
“Kontribusi ini tidak ternilai harganya bagi pelestarian dan penelitian warisan budaya Uzbekistan serta akan menginspirasi bangsa kita selama berabad-abad,” tambahnya.
Pusat Peradaban Islam akan dilengkapi perpustakaan modern, laboratorium restorasi, serta arsip digital dengan 25.000 unit koleksi, memungkinkan para peneliti melakukan riset baru berbasis sumber-sumber yang untuk pertama kalinya dikumpulkan di satu tempat. Selain itu, museum anak pertama di kawasan ini akan menghidupkan sejarah melalui pengalaman interaktif berupa “potret hidup” para pemikir besar yang dapat “menjawab” pertanyaan pengunjung.
“Pusat Peradaban Islam menempatkan Uzbekistan sejajar dengan institusi budaya paling bergengsi di dunia. Seperti Louvre di Paris, ia akan menjadi simbol kebanggaan nasional. Seperti Smithsonian Institution di Washington, ia menggabungkan museum dan pusat riset berskala besar. Dan seperti Institut Dunia Arab di Paris, ia memperlihatkan peradaban Islam sebagai kekuatan kreatif dan penuh dialog,” ujar Abdukhalikov.
“Namun CIC akan tetap unik, memadukan museum, ilmu pengetahuan, teknologi inovatif, perpustakaan, dan pusat pendidikan dalam satu ruang di jantung dunia Islam. Ia akan menginspirasi generasi baru peneliti, ilmuwan, dan pemikir,” tambahnya.
Tentang Pusat Peradaban Islam (CIC)
Pusat Peradaban Islam (CIC) dijadwalkan dibuka pada akhir tahun 2025. Bangunan tiga lantai senilai 200 juta dolar AS ini berukuran 145 x 115 meter, dengan kubah setinggi 65 meter yang menjadi titik pusatnya.Museum utamanya mencakup area sekitar 15.000 meter persegi. Selain ruang pameran, pusat ini juga dilengkapi pusat penelitian, laboratorium restorasi, dan fasilitas digitalisasi data untuk mendukung riset dan pelestarian warisan budaya.
(mas)
Lihat Juga :