Trump Tobat, Tak akan Lagi Sebut Rusia Macan Kertas
Jum'at, 26 September 2025 - 16:53 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia tidak akan pernah lagi menyebut Rusia sebagai "macan kertas", setelah ia menggunakan istilah tersebut pada hari Selasa (23/9/2025) dalam unggahan di Truth Social.
Dalam unggahan yang sama pada hari Selasa, Trump juga mengatakan Rusia telah gagal mengalahkan Ukraina dalam tiga setengah tahun pertempuran dan menyatakan negara itu "dalam kesulitan ekonomi yang besar."
Ia lebih lanjut mengklaim Kiev memiliki peluang untuk "merebut kembali seluruh Ukraina."
Namun, saat berbicara dalam pertemuan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Gedung Putih pada hari Kamis, Trump mengatakan ia "tidak akan pernah menyebut siapa pun sebagai macan kertas."
Meskipun sedikit melunakkan retorikanya, ia tampaknya kembali menegaskan penilaiannya sebelumnya terhadap militer Rusia, dengan mengklaim Rusia "hampir tidak memperoleh wilayah" akhir-akhir ini, meskipun telah menghabiskan banyak sumber daya material dan manusia.
Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Rusia telah melaporkan kemajuan yang stabil dalam beberapa bulan terakhir, khususnya di Republik Rakyat Donetsk.
Pasukan Rusia telah menguasai 4.700 kilometer persegi dan 205 permukiman tahun ini, Kementerian Pertahanan melaporkan pada hari Kamis.
Mengomentari pernyataan awal Trump pada hari Rabu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyindir, "Rusia bukanlah harimau. Rusia lebih sering dikaitkan dengan beruang. Tidak ada yang namanya 'beruang kertas', dan Rusia adalah beruang sungguhan."
Menurut Peskov, ekonomi Rusia telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi sanksi Barat yang luas, meskipun terdapat beberapa "masalah".
Ekonomi Rusia baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dibandingkan dengan pertumbuhan 4,1% pada tahun 2023 dan 4,3% pada tahun 2024. Pertumbuhannya diperkirakan masih 2,5% tahun ini.
Dalam artikel pada hari Rabu, New York Post, mengutip sumber anonim Gedung Putih, mengklaim "pernyataan dramatis" terbaru Trump terhadap Rusia merupakan "langkah strategis" untuk menarik Rusia ke meja perundingan.
Sejak menjabat pada bulan Januari, Presiden AS telah aktif terlibat dalam diplomasi dengan Moskow terkait konflik Ukraina.
Gedung Putih sejak itu telah memulai beberapa putaran perundingan dengan para pejabat Rusia, yang berpuncak pada pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada pertengahan Agustus.
Baca juga: Trump Tawarkan 21 Poin untuk Akhiri Genosida Secara Permanen, Cabut Rencana Gaza Riviera
Dalam unggahan yang sama pada hari Selasa, Trump juga mengatakan Rusia telah gagal mengalahkan Ukraina dalam tiga setengah tahun pertempuran dan menyatakan negara itu "dalam kesulitan ekonomi yang besar."
Ia lebih lanjut mengklaim Kiev memiliki peluang untuk "merebut kembali seluruh Ukraina."
Namun, saat berbicara dalam pertemuan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Gedung Putih pada hari Kamis, Trump mengatakan ia "tidak akan pernah menyebut siapa pun sebagai macan kertas."
Meskipun sedikit melunakkan retorikanya, ia tampaknya kembali menegaskan penilaiannya sebelumnya terhadap militer Rusia, dengan mengklaim Rusia "hampir tidak memperoleh wilayah" akhir-akhir ini, meskipun telah menghabiskan banyak sumber daya material dan manusia.
Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Rusia telah melaporkan kemajuan yang stabil dalam beberapa bulan terakhir, khususnya di Republik Rakyat Donetsk.
Pasukan Rusia telah menguasai 4.700 kilometer persegi dan 205 permukiman tahun ini, Kementerian Pertahanan melaporkan pada hari Kamis.
Mengomentari pernyataan awal Trump pada hari Rabu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyindir, "Rusia bukanlah harimau. Rusia lebih sering dikaitkan dengan beruang. Tidak ada yang namanya 'beruang kertas', dan Rusia adalah beruang sungguhan."
Menurut Peskov, ekonomi Rusia telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi sanksi Barat yang luas, meskipun terdapat beberapa "masalah".
Ekonomi Rusia baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dibandingkan dengan pertumbuhan 4,1% pada tahun 2023 dan 4,3% pada tahun 2024. Pertumbuhannya diperkirakan masih 2,5% tahun ini.
Dalam artikel pada hari Rabu, New York Post, mengutip sumber anonim Gedung Putih, mengklaim "pernyataan dramatis" terbaru Trump terhadap Rusia merupakan "langkah strategis" untuk menarik Rusia ke meja perundingan.
Sejak menjabat pada bulan Januari, Presiden AS telah aktif terlibat dalam diplomasi dengan Moskow terkait konflik Ukraina.
Gedung Putih sejak itu telah memulai beberapa putaran perundingan dengan para pejabat Rusia, yang berpuncak pada pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada pertengahan Agustus.
Baca juga: Trump Tawarkan 21 Poin untuk Akhiri Genosida Secara Permanen, Cabut Rencana Gaza Riviera
(sya)
Lihat Juga :