Menteri Perang AS Perintahkan Pertemuan Darurat Ratusan Jenderal Tinggi, Ada Apa?

Jum'at, 26 September 2025 - 15:18 WIB
loading...
Menteri Perang AS Perintahkan...
Menteri Perang AS Pete Hegseth perintahkan ratusan jenderal dan laksamana Amerika yang bertugas di seluruh dunia untuk berkumpul dalam pertemuan darurat di pangkalan Korps Marinir di Quantico, Virginia, pekan depan. Foto/Eric Lee/New York Times
A A A
WASHINGTON - Menteri Perang Amerika Serikat (AS) atau Kepala Pentagon Pete Hegseth telah memerintahkan ratusan jenderal dan laksamana Amerika yang bertugas di seluruh dunia untuk berkumpul dalam pertemuan darurat di pangkalan Korps Marinir di Quantico, Virginia, pekan depan.

Langkah ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah menimbulkan kecemasan di jajaran atas angkatan bersenjata Amerika.

Pentagon mengonfirmasi pertemuan tersebut tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. "Menteri Perang akan berbicara kepada para pemimpin militer seniornya awal minggu depan," kata juru bicara Pentagon Sean Parnell pada hari Kamis waktu Washington, yang dilansir Russia Today, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga: Jenderal AS Klaim J-35A China Menyontek Jet Tempur Siluman F-35 AS

Presiden Donald Trump, yang bulan lalu mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang, mengecilkan kekhawatiran tersebut, menyebut pertemuan darurat itu sebagai "pertemuan persahabatan".

“Senang sekali ketika para jenderal dan pejabat tinggi ingin datang ke Amerika Serikat untuk menemui seorang yang kini menjabat sebagai menteri perang,” ujarnya kepada para wartawan di Gedung Putih.

“Mereka juga akan mengunjungi lokasi-lokasi peralatan, membicarakan senjata-senjata terbaru. Ini akan menjadi luar biasa," lanjut Trump.

Namun, para pejabat pertahanan mengatakan mereka dikejutkan oleh perintah Hegseth. Perintah tersebut telah mengganggu jadwal di seluruh dunia, memaksa para komandan di medan tempur aktif untuk membuat rencana perjalanan mendadak.

“Apa pun itu dapat dikomunikasikan melalui email, panggilan telepon, dan tautan video yang aman,” kata seorang pejabat kepada Politico, mempertanyakan perlunya memanggil begitu banyak petinggi militer ke satu lokasi.

Pertemuan berskala besar ini terjadi di tengah perombakan besar-besaran kepemimpinan Pentagon yang dilakukan Hegseth.

Sejak menjabat, dia telah memecat lebih dari selusin perwira senior-termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Charles Q Brown Jr dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti—sembari memerintahkan pengurangan 20% jenderal dan laksamana bintang empat.

Dia berulang kali berargumen, "Lebih banyak jenderal dan laksamana tidak akan menghasilkan lebih banyak kesuksesan."

Para pejabat militer mencatat bahwa meskipun Kepala Staf Gabungan dan komandan tempur secara tradisional bertemu dua kali setahun di Washington, penarikan ratusan perwira—termasuk mereka yang memimpin zona konflik–hampir belum pernah terjadi sebelumnya.

Pentagon baru-baru ini menyelesaikan dua tinjauan kebijakan utama, termasuk Strategi Pertahanan Nasional baru yang mengalihkan prioritas militer dari China ke keamanan dalam negeri dan Belahan Bumi Barat.

Beberapa pengamat memperkirakan Hegseth akan memanfaatkan pertemuan Quantico untuk meninjau strategi tersebut dan menguraikan kebijakannya "lebih sedikit jenderal, lebih banyak prajurit".

Trump dan Hegseth juga telah memperketat kontrol informasi di Pentagon. Sebuah memo baru memperingatkan para wartawan bahwa pengungkapan yang “tidak sah” dapat mengakibatkan pencabutan izin pers, sementara Hegseth mengatakan kepada para kritikus: “Pers tidak menjalankan Pentagon—melainkan rakyat.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Perang Memanas, Ratusan...
Perang Memanas, Ratusan Tentara AS Hengkang dari Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved