Ini Alasan PM Israel Netanyahu Tak Berani Lewati Langit Prancis saat Terbang ke Sidang Umum PBB di New York

Jum'at, 26 September 2025 - 14:09 WIB
loading...
Ini Alasan PM Israel...
Pesawat resmi PM Israel Benjamin Netanyahu menghindari sebagian besar jalur udara Eropa saat perjalanan ke markas PBB di New York, AS. Rute tak lazim ini diambil di tengah kekhawatiran Netanyahu ditangkap negara-negara Eropa anggota ICC. Foto/Radar Armeni
A A A
JAKARTA - Pesawat resmi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Wings of Zion, mengambil rute tidak biasa saat terbang ke Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), pada hari Kamis. Ia sengaja menghindari sebagian besar wilayah udara Eropa, termasuk Prancis.

Beberapa data pelacakan penerbangan dan media internasional merekam bahwa pesawat Netanyahu menghindari rute langsung yang biasa melewati Prancis dan Spanyol. Sebaliknya, pesawat itu mengambil jalur lebih selatan—melewati Yunani atau pun Italia lalu memutar ke Samudra Atlantik.

Alasan logis Wings of Zion mengambil rute tak biasa adalah adanya surat perintah penangkapan dari International Criminal Court (ICC) atau Pengadilan Kriminal Internasional terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang di Jalur Gaza, Palestina. Banyak negara Eropa merupakan anggota ICC atau penandatangan Statuta Roma, yang wajib menjalankan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu.

Baca Juga: Takut Ditangkap, Pesawat PM Israel Netanyahu Hindari Sebagian Besar Langit Eropa

Mengapa Pesawat Netanyahu Hindari Wilayah Udara Prancis?


Mengutip laporan The Guardian, Prancis—yang merupakan anggota ICC—secara teori memiliki kewajiban hukum untuk melakukan penangkapan terhadap Netanyahu bila berada wilayah negara tersebut. Skenario penangkapan yang paling mungkin adalah pemaksaan pendaratan darurat atau pendaratan tak direncanakan di Prancis.

Namun, sudah jauh hari pemerintah Presiden Emmanuel Macron menyampaikan sikap lunaknya dengan tidak akan menangkap Netanyahu andai berada di wilayah Prancis.

Sumber diplomatik Prancis mengonfirmasi bahwa Israel telah meminta izin untuk menggunakan wilayah udara Prancis, menurut Times of Israel, Jumat (26/9/2025). Izin telah diberikan, kata pejabat itu, tetapi delegasi Israel memilih untuk tidak menggunakannya.

"Mereka memutuskan untuk mengambil rute lain, dan kami tidak tahu alasannya," ujar pejabat Prancis tersebut.

1. Netanyahu Takut Ditangkap


Meski Prancis bersikap lunak terhadap surat perintah penangkapan ICC untuk Netanyahu, penghindaran wilayah udara Prancis oleh Wings of Zion tetap menujukkan kekhawatiran pemimpin Zionis tersebut.

Izin formal yang diberkan Paris terbukti tidak menghapus kekhawatiran operasional pesawat Netanyahu. Terlebih keengganan Prancis menangkap Netanyahu telah memicu teguran keras dari Uni Eropa.

Prancis juga menujukkan standar ganda ketika dihadapkan pada penangkapan Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Paris enggan menjalankan surat perintah penangkapan ICC untuk Netanyahu, namun sigap menjalankan surat perintah serupa untuk Putin, yang dituduh melakukan kejahatan perang di Ukraina.

2. Israel Marah karena Prancis Akui Negara Palestina


Alasan logis kedua penghindaran Wings of Zion terhadap wilayah udara Prancis adalah sebagai unjuk kemarahan Israel atas keputusan pemerintah Presiden Macron yang akhirnya mengakui Negara Palestina.

Prancis bergabung dengan negara-negara Barat lainnya, Inggris, Kanada, Australia, Portugal dan lainnya yang ramai-ramai mengakui Negara Palestina.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon merespons pengakuan Prancis itu dengan memperingatkan, "Kami akan mengambil tindakan."

"Lebih mudah datang ke sini dan berpidato, berfoto, merasa mereka sedang melakukan sesuatu. Tapi mereka tidak mempromosikan perdamaian. Mereka mendukung terorisme," ujarnya, menirukan narasi Netanyahu sebelumnya bahwa pengakuan Negara Palestina oleh negara-negara Barat merupakan hadiah untuk Hamas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Netanyahu Kembali Marah,...
Netanyahu Kembali Marah, Saat PM Kanada Sebut Israel Bunuh Bayi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved