Protes Gen-Z Guncang Ladakh India, Kantor Partai Berkuasa Dibakar, 4 Orang Tewas

Kamis, 25 September 2025 - 16:21 WIB
loading...
A A A
Sejak berakhirnya status kenegaraan, penduduk Ladakh berada di bawah kekuasaan birokrat. Lebih dari 90% penduduk wilayah ini terdaftar sebagai Suku Terdaftar. Status ini mendorong permintaan agar Ladakh dimasukkan di bawah Jadwal Keenam Konstitusi India, yang memberikan struktur administratif dan pemerintahan otonom kepada wilayah-wilayah di mana komunitas Pribumi yang diakui mendominasi populasinya.

Saat ini terdapat 10 wilayah di negara bagian timur laut India yang tercantum dalam jadwal tersebut.

Namun, pemerintah Modi sejauh ini menolak status kenegaraan dan perlindungan Jadwal Keenam untuk Ladakh.

Pemisahan Jammu dan Kashmir dari Ladakh mempersulit warga Ladakh untuk mendapatkan pekerjaan di Jammu dan Kashmir, tempat sebagian besar pekerjaan di wilayah yang sebelumnya bersatu berada.

Sejak 2019, warga juga menuduh pemerintah India tidak menerapkan kebijakan yang jelas untuk perekrutan di sektor publik.

“(Para demonstran muda) menganggur selama lima tahun, dan Ladakh tidak diberikan perlindungan (konstitusional),” ungkap Wangchuk pada hari Rabu.

Dia menjelaskan, “Inilah resep keresahan sosial di masyarakat: membiarkan pemuda menganggur dan kemudian merampas hak-hak demokrasi mereka.”

Ladakh memiliki tingkat literasi 97%, jauh di atas rata-rata nasional India yang sekitar 80%. Namun, survei tahun 2023 menemukan 26,5% lulusan Ladakh menganggur – dua kali lipat rata-rata nasional.

Pada hari Rabu, kemarahan memuncak. “Apa yang terjadi di Ladakh sungguh mengerikan,” ungkap Siddiq Wahid, analis akademis dan politik dari Leh. “Menakutkan melihat Ladakh terdesak ke jurang ini.”

“Dalam enam tahun terakhir, warga Ladakh telah menyadari bahaya yang dihadapi identitas mereka,” ujar dia.

Dia menambahkan, “Masyarakat telah bersikukuh tentang perlunya mendapatkan kembali hak-hak mereka sejak hak-hak tersebut direnggut enam tahun lalu.”

“Kemarahan kaum muda merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan karena mereka tidak sabar. Mereka telah menunggu penyelesaian selama bertahun-tahun,” ungkap Wahid.

“Sekarang, mereka frustrasi karena mereka tidak melihat masa depan untuk diri mereka sendiri,” pungkas dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved