Italia dan Spanyol Kirim Kapal Perang Kawal Bantuan Gaza, Peringatkan Israel Jangan Macam-macam
Kamis, 25 September 2025 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Tajani mengatakan bahwa pada Selasa lalu, 58 warga Italia berpartisipasi dalam armada tersebut.
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengaktifkan sebuah fregat Angkatan Laut untuk berjaga-jaga jika memungkinkan operasi penyelamatan.
Crosetto mengatakan fregat Angkatan Laut Italia, Fasan, yang berlayar di utara Kreta, sudah menuju ke daerah tersebut untuk kemungkinan operasi penyelamatan. Menurutnya, Italia telah memberi tahu Israel tentang keputusan tersebut.
"Dalam demokrasi, demonstrasi dan bentuk-bentuk protes juga harus dilindungi jika dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan tanpa menggunakan kekerasan," kata Crosetto.
Berbicara kepada para wartawan di markas besar PBB di New York, Meloni mengatakan bahwa pemerintahnya mengusulkan untuk menyerahkan bantuan armada tersebut kepada Siprus dan Patriarkat Latin Yerusalem guna mencegah risiko lebih lanjut, alih-alih membiarkan para aktivis menantang Israel dan mencoba mengirimkan bantuan itu sendiri.
“Tidak perlu mempertaruhkan keselamatan diri sendiri; tidak perlu pergi ke zona perang untuk mengirimkan bantuan ke Gaza, yang sebenarnya dapat dikirimkan oleh pemerintah Italia dan otoritas terkait dalam beberapa jam,” kata Meloni menjelang pidatonya di Majelis Umum PBB.
Dia menambahkan bahwa Italia mengharapkan jawaban dari para aktivis armada Gaza mengenai usulan komprominya.
Sanchez, yang juga berada di New York untuk menghadiri Majelis Umum PBB, mengatakan kepada para wartawan, "Pemerintah Spanyol bersikeras agar hukum internasional dihormati dan hak warga negara kami untuk berlayar melalui Mediterania dalam kondisi aman harus dihormati.”
PBB menyerukan penyelidikan atas serangan drone terhadap armada bantuan Gaza, dengan mengatakan siapa pun yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengaktifkan sebuah fregat Angkatan Laut untuk berjaga-jaga jika memungkinkan operasi penyelamatan.
Crosetto mengatakan fregat Angkatan Laut Italia, Fasan, yang berlayar di utara Kreta, sudah menuju ke daerah tersebut untuk kemungkinan operasi penyelamatan. Menurutnya, Italia telah memberi tahu Israel tentang keputusan tersebut.
"Dalam demokrasi, demonstrasi dan bentuk-bentuk protes juga harus dilindungi jika dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan tanpa menggunakan kekerasan," kata Crosetto.
Berbicara kepada para wartawan di markas besar PBB di New York, Meloni mengatakan bahwa pemerintahnya mengusulkan untuk menyerahkan bantuan armada tersebut kepada Siprus dan Patriarkat Latin Yerusalem guna mencegah risiko lebih lanjut, alih-alih membiarkan para aktivis menantang Israel dan mencoba mengirimkan bantuan itu sendiri.
“Tidak perlu mempertaruhkan keselamatan diri sendiri; tidak perlu pergi ke zona perang untuk mengirimkan bantuan ke Gaza, yang sebenarnya dapat dikirimkan oleh pemerintah Italia dan otoritas terkait dalam beberapa jam,” kata Meloni menjelang pidatonya di Majelis Umum PBB.
Dia menambahkan bahwa Italia mengharapkan jawaban dari para aktivis armada Gaza mengenai usulan komprominya.
Sanchez, yang juga berada di New York untuk menghadiri Majelis Umum PBB, mengatakan kepada para wartawan, "Pemerintah Spanyol bersikeras agar hukum internasional dihormati dan hak warga negara kami untuk berlayar melalui Mediterania dalam kondisi aman harus dihormati.”
PBB menyerukan penyelidikan atas serangan drone terhadap armada bantuan Gaza, dengan mengatakan siapa pun yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.
Lihat Juga :