Italia dan Spanyol Kirim Kapal Perang Kawal Bantuan Gaza, Peringatkan Israel Jangan Macam-macam
Kamis, 25 September 2025 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
"Harus ada penyelidikan yang independen, imparsial, dan menyeluruh atas serangan dan penindasan yang dilaporkan oleh drone dan objek lainnya," kata juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Thameen Al-Kheetan, dalam sebuah pernyataan.
Global Sumud Flotilla berlayar dari Barcelona awal bulan ini dengan tujuan menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan simbolis ke wilayah tersebut.
Saat ini berjumlah 51 kapal, yang sebagian besar berada di lepas pantai pulau Kreta, Yunani.
Kapal-kapal yang menunggu untuk bergabung dengan armada itu telah menjadi sasaran dua serangan drone yang diduga terjadi di Tunisia. Aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, termasuk di antara mereka yang naik kapal bantuan di negara Afrika Utara tersebut.
Thunberg pada hari Rabu menyebut serangan itu sebagai "taktik menakut-nakuti" dan memohon para pendukung armada untuk tetap fokus pada Gaza.
"Kami menyadari risiko serangan semacam ini dan itu bukan sesuatu yang akan menghentikan kami," kata Thunberg dalam siaran langsung pada Rabu pagi.
"Yang terpenting bukanlah kami diserang pesawat nirawak. Pesawat nirawak adalah sesuatu yang dialami warga Palestina 24 jam sehari, 7 hari seminggu," imbuh dia.
Simone Zambrin, seorang aktivis Italia yang tergabung dalam armada tersebut, mengatakan: "Drone telah terbang di atas kepala kami selama berhari-hari dan pada hari Rabu menjatuhkan perangkat di kapal kami, merusak layar dan pendengaran beberapa awak kapal kami."
"Kami sudah menduganya karena retorika itu merupakan bagian dari apa yang Israel coba lakukan terkait misi seperti kami," kata Zambrin. "Mereka mencoba menanamkan rasa takut karena mereka takut akan kedatangan kami."
Global Sumud Flotilla berlayar dari Barcelona awal bulan ini dengan tujuan menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan simbolis ke wilayah tersebut.
Saat ini berjumlah 51 kapal, yang sebagian besar berada di lepas pantai pulau Kreta, Yunani.
Kapal-kapal yang menunggu untuk bergabung dengan armada itu telah menjadi sasaran dua serangan drone yang diduga terjadi di Tunisia. Aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, termasuk di antara mereka yang naik kapal bantuan di negara Afrika Utara tersebut.
Thunberg pada hari Rabu menyebut serangan itu sebagai "taktik menakut-nakuti" dan memohon para pendukung armada untuk tetap fokus pada Gaza.
"Kami menyadari risiko serangan semacam ini dan itu bukan sesuatu yang akan menghentikan kami," kata Thunberg dalam siaran langsung pada Rabu pagi.
"Yang terpenting bukanlah kami diserang pesawat nirawak. Pesawat nirawak adalah sesuatu yang dialami warga Palestina 24 jam sehari, 7 hari seminggu," imbuh dia.
Simone Zambrin, seorang aktivis Italia yang tergabung dalam armada tersebut, mengatakan: "Drone telah terbang di atas kepala kami selama berhari-hari dan pada hari Rabu menjatuhkan perangkat di kapal kami, merusak layar dan pendengaran beberapa awak kapal kami."
"Kami sudah menduganya karena retorika itu merupakan bagian dari apa yang Israel coba lakukan terkait misi seperti kami," kata Zambrin. "Mereka mencoba menanamkan rasa takut karena mereka takut akan kedatangan kami."
(mas)
Lihat Juga :