Drone-drone Misterius Dekati 4 Bandara Denmark, Termasuk Markas Jet Tempur Siluman F-35
Kamis, 25 September 2025 - 12:44 WIB
loading...
Drone-drone misterius mendekati empat bandara di Denmark, termasuk yang menjadi markas jet tempur siluman F-35. Salah satu bandara bahkan terpaksa ditutup. Foto/BNO News/Ekstra Bladet
A
A
A
KOPENHAGEN - Drone-drone misterius telah mendekati empat bandara di Denmark, dengan satu di antaranya terpaksa ditutup hingga berjam-jam pada Rabu malam. Salah satu bandara yang diganggu adalah bandara Skrydstrup, yang merupakan markas bagi jet tempur siluman F-35 yang baru tiba.
Empat bandara yang didekati gerombolan drone misterius adalah bandara Aalborg, Esbjerg, Sønderborg, dan Skrydstrup.
Polisi Jutlandia Utara mengatakan lebih dari satu drone terlihat berputar-putar di Aalborg dengan lampu menyala sekitar pukul 21.44 waktu setempat semalam. Bandara itu akhirnya ditutup sementara semalam.
Baca Juga: PM Denmark: Netanyahu Telah Menjadi Masalah!
Meskipun telah dipantau selama berjam-jam—dan dibantu oleh Angkatan Bersenjata Denmark—drone-drone misterius tetap tidak teridentifikasi. Para pejabat tidak dapat mengatakan jenis drone tersebut, siapa yang meluncurkannya, atau mengapa diluncurkan ke dekat bandara.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan apa tujuan drone tersebut dan siapa aktor di baliknya," kata seorang pejabat polisi kepada wartawan. Dia menambahkan bahwa pasukan polisi akan mencoba menembak jatuh drone-drone tersebut jika memungkinkan.
Namun, pada akhirnya, drone-drone itu menghilang tanpa ditembak jatuh.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah bandara Kopenhagen, bandara tersibuk di kawasan Nordik, terpaksa menghentikan penerbangan selama empat jam karena penampakan drone-drone serupa.
Para pejabat menggambarkan gangguan tersebut sebagai "serangan" paling serius yang pernah terjadi terhadap infrastruktur Denmark, meskipun para penyelidik juga gagal menemukan atau mengidentifikasi pelakunya.
“Tidak mungkin untuk menembak jatuh drone, yang terbang di atas area yang sangat luas selama beberapa jam. Saat ini, kami juga belum menangkap operator drone,” kata Kepala Inspektur Polisi Jutland Utara, Jesper Bojgaard Madsen, dalam sebuah pernyataan tentang insiden di bandara Aalborg, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (25/9/2025).
Kepolisian Jutland Selatan mengatakan mereka telah menerima beberapa laporan aktivitas drone di bandara-bandara di Esbjerg, Sonderborg, dan Skrydstrup pada Rabu malam.
Bandara Esbjerg dan Sonderborg tidak ditutup karena tidak ada penerbangan yang dijadwalkan ke sana hingga Kamis pagi.
Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki secara luas—bekerja sama dengan dinas intelijen Denmark, PET, dan Angkatan Bersenjata—untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi.
Perdana Menteri Mette Frederiksen mengatakan bahwa negaranya telah mengalami serangan paling serius terhadap infrastruktur penting Denmark setelah pesawat nirawak besar terbang di atas bandara Kopenhagen dan menyebabkan penutupan bandara tersebut selama beberapa jam.
Empat bandara yang didekati gerombolan drone misterius adalah bandara Aalborg, Esbjerg, Sønderborg, dan Skrydstrup.
Polisi Jutlandia Utara mengatakan lebih dari satu drone terlihat berputar-putar di Aalborg dengan lampu menyala sekitar pukul 21.44 waktu setempat semalam. Bandara itu akhirnya ditutup sementara semalam.
Baca Juga: PM Denmark: Netanyahu Telah Menjadi Masalah!
Meskipun telah dipantau selama berjam-jam—dan dibantu oleh Angkatan Bersenjata Denmark—drone-drone misterius tetap tidak teridentifikasi. Para pejabat tidak dapat mengatakan jenis drone tersebut, siapa yang meluncurkannya, atau mengapa diluncurkan ke dekat bandara.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan apa tujuan drone tersebut dan siapa aktor di baliknya," kata seorang pejabat polisi kepada wartawan. Dia menambahkan bahwa pasukan polisi akan mencoba menembak jatuh drone-drone tersebut jika memungkinkan.
Namun, pada akhirnya, drone-drone itu menghilang tanpa ditembak jatuh.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah bandara Kopenhagen, bandara tersibuk di kawasan Nordik, terpaksa menghentikan penerbangan selama empat jam karena penampakan drone-drone serupa.
Para pejabat menggambarkan gangguan tersebut sebagai "serangan" paling serius yang pernah terjadi terhadap infrastruktur Denmark, meskipun para penyelidik juga gagal menemukan atau mengidentifikasi pelakunya.
“Tidak mungkin untuk menembak jatuh drone, yang terbang di atas area yang sangat luas selama beberapa jam. Saat ini, kami juga belum menangkap operator drone,” kata Kepala Inspektur Polisi Jutland Utara, Jesper Bojgaard Madsen, dalam sebuah pernyataan tentang insiden di bandara Aalborg, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (25/9/2025).
Kepolisian Jutland Selatan mengatakan mereka telah menerima beberapa laporan aktivitas drone di bandara-bandara di Esbjerg, Sonderborg, dan Skrydstrup pada Rabu malam.
Bandara Esbjerg dan Sonderborg tidak ditutup karena tidak ada penerbangan yang dijadwalkan ke sana hingga Kamis pagi.
Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki secara luas—bekerja sama dengan dinas intelijen Denmark, PET, dan Angkatan Bersenjata—untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi.
Perdana Menteri Mette Frederiksen mengatakan bahwa negaranya telah mengalami serangan paling serius terhadap infrastruktur penting Denmark setelah pesawat nirawak besar terbang di atas bandara Kopenhagen dan menyebabkan penutupan bandara tersebut selama beberapa jam.
(mas)
Lihat Juga :