AS Tes 4 Rudal Nuklir Trident II D5 setelah China Pamer Senjata Serupa
Kamis, 25 September 2025 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
The Caribbean Astronomy Society (Masyarakat Astronomi Karibia) menggambarkan peristiwa tersebut sebagai "uji coba militer", tetapi tidak merinci negara mana yang bertanggung jawab.
Rudal-rudal tersebut, yang masing-masing tidak dilengkapi hulu ledak nuklir saat uji coba, mendarat di wilayah Atlantik yang luas, kata Program Sistem Strategis Angkatan Laut AS.
"Pencegahan strategis yang kredibel dan efektif sangat penting bagi keamanan nasional kita dan keamanan sekutu AS. Kemampuan senjata strategis AS mencegah agresi dan meyakinkan sekutu kita dengan memberikan efek pencegahan unik yang tidak dapat digantikan oleh elemen lain dari kekuatan militer AS," kata program tersebut, yang dikutip dari Newsweek, Kamis (25/9/2025).
Program itu menambahkan, uji coba terjadwal tersebut tidak dilakukan sebagai respons terhadap peristiwa dunia yang sedang berlangsung, melainkan uji coba secara berkala dan terjadwal untuk mengevaluasi dan memastikan keandalan dan akurasi sistem persenjataan AS.
Pada Mei lalu, Angkatan Udara AS, yang bertanggung jawab atas rudal balistik antarbenua (ICBM) dan pesawat pengebom berkemampuan nuklir, menguji coba peluncuran ICBM Minuteman III tanpa hulu ledak nuklir dari California menuju Pasifik.
Meskipun masih belum jelas kapal selam mana yang melakukan uji coba rudal Trident II D5, Angkatan Laut AS mengoperasikan 14 kapal selam bertenaga nuklir kelas Ohio, enam di antaranya berbasis di Pantai Timur, dengan pangkalan di Georgia. Setiap kapal selam dapat membawa hingga 20 rudal Trident II D5 untuk serangan nuklir.
Rudal-rudal tersebut, yang masing-masing tidak dilengkapi hulu ledak nuklir saat uji coba, mendarat di wilayah Atlantik yang luas, kata Program Sistem Strategis Angkatan Laut AS.
"Pencegahan strategis yang kredibel dan efektif sangat penting bagi keamanan nasional kita dan keamanan sekutu AS. Kemampuan senjata strategis AS mencegah agresi dan meyakinkan sekutu kita dengan memberikan efek pencegahan unik yang tidak dapat digantikan oleh elemen lain dari kekuatan militer AS," kata program tersebut, yang dikutip dari Newsweek, Kamis (25/9/2025).
Program itu menambahkan, uji coba terjadwal tersebut tidak dilakukan sebagai respons terhadap peristiwa dunia yang sedang berlangsung, melainkan uji coba secara berkala dan terjadwal untuk mengevaluasi dan memastikan keandalan dan akurasi sistem persenjataan AS.
Pada Mei lalu, Angkatan Udara AS, yang bertanggung jawab atas rudal balistik antarbenua (ICBM) dan pesawat pengebom berkemampuan nuklir, menguji coba peluncuran ICBM Minuteman III tanpa hulu ledak nuklir dari California menuju Pasifik.
Meskipun masih belum jelas kapal selam mana yang melakukan uji coba rudal Trident II D5, Angkatan Laut AS mengoperasikan 14 kapal selam bertenaga nuklir kelas Ohio, enam di antaranya berbasis di Pantai Timur, dengan pangkalan di Georgia. Setiap kapal selam dapat membawa hingga 20 rudal Trident II D5 untuk serangan nuklir.
Lihat Juga :