AS Tes 4 Rudal Nuklir Trident II D5 setelah China Pamer Senjata Serupa
Kamis, 25 September 2025 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Angkatan Laut, Trident II D5, yang dikembangkan pada tahun 1980-an, menyelesaikan penyegaran perpanjangan masa pakai pada tahun 2017 untuk memperpanjang masa pakainya hingga tahun 2040-an.
"Sistem rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam negara kita telah menjadi komponen penting keamanan nasional kita sejak tahun 1960-an, dan peluncuran ini terus menunjukkan kredibilitas dan keandalan kemampuan pencegahan strategis kita," imbuh Wakil Laksamana Angkatan Laut AS Johnny R Wolfe, direktur Program Sistem Strategis.
Manuver rudal Trident II D5 AS ini menyusul parade militer China awal bulan ini, yang memamerkan sistem senjata serupa.
Dalam parade militer tersebut, Beijing menyoroti kemajuan nuklirnya dengan meluncurkan tak kurang dari lima jenis rudal baru, termasuk rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) JL-3, yang diperkirakan memiliki jangkauan 6.214 mil dan dapat menyerang sebagian daratan AS ketika diluncurkan dari perairan pesisir China.
AS dan China memiliki persenjataan nuklir terbesar kedua dan ketiga di dunia, masing-masing dengan 5.177 dan 600 hulu ledak, menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI). China diperkirakan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030.
"Sistem rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam negara kita telah menjadi komponen penting keamanan nasional kita sejak tahun 1960-an, dan peluncuran ini terus menunjukkan kredibilitas dan keandalan kemampuan pencegahan strategis kita," imbuh Wakil Laksamana Angkatan Laut AS Johnny R Wolfe, direktur Program Sistem Strategis.
Manuver rudal Trident II D5 AS ini menyusul parade militer China awal bulan ini, yang memamerkan sistem senjata serupa.
Dalam parade militer tersebut, Beijing menyoroti kemajuan nuklirnya dengan meluncurkan tak kurang dari lima jenis rudal baru, termasuk rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) JL-3, yang diperkirakan memiliki jangkauan 6.214 mil dan dapat menyerang sebagian daratan AS ketika diluncurkan dari perairan pesisir China.
AS dan China memiliki persenjataan nuklir terbesar kedua dan ketiga di dunia, masing-masing dengan 5.177 dan 600 hulu ledak, menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI). China diperkirakan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030.
(mas)
Lihat Juga :